| |
|
|
|
|
| Halaman Depan >> Artikel |
 |
| Artikel |
Halaman: ◄sebelumnya ...
|
Adab-Adab Makan Seorang Muslim (2) Tanggal posting: 10-05-08 Anjuran makan dari pinggir piring
Diriwayatkan dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi bersabda, “Jika
kalian makan, maka janganlah makan dari bagian tengah piring, akan
tetapi hendaknya makan dari pinggir piring. Karena keberkahan makanan
itu turun dibagian tengah makanan.” (HR Abu Dawud no. 3772, Ahmad,
2435, Ibnu Majah, 3277 dan Tirmidzi, 1805. Imam Tirmidzi mengatakan,
“Hadits ini hasan shahih.”)
Hikmah larangan makan dari bagian tengah piring adalah, agar kita
mendapatkan keberkahan yang berada di tengah-tengah makanan. Jika
sedang makan bersama (baca: kembulan -Jawa, sepiring berdua
atau lebih) terdapat hikmah yang lain, yaitu orang yang mengambil
makanan berada di tengah, di nilai orang yang tidak sopan dan memilih
yang enak-enak saja untuk dirinya sendiri. Selengkapnya...
| Adab-Adab Makan Seorang Muslim (1) Tanggal posting: 09-05-08 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
{ يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ }
“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)
Hadits di atas mengandung tiga adab makan:
Pertama, membaca basmallah
Di antara sunnah Nabi adalah mengucapkan bismillah sebelum
makan dan minum dan mengakhirinya dengan memuji Allah. Imam Ahmad
mengatakan, “Jika dalam satu makanan terkumpul 4 (empat) hal, maka
makanan tersebut adalah makanan yang sempurna. Empat hal tersebut
adalah menyebut nama Allah saat mulai makan, memuji Allah di akhir
makan, banyaknya orang yang turut makan dan berasal dari sumber yang
halal. Selengkapnya...
| Tawakkal Tanggal posting: 08-05-08 Tawakkal adalah kesungguhan hati dalam bersandar kepada Allah Ta’ala
untuk mendapatkan kemaslahatan serta mencegah bahaya, baik menyangkut
urusan dunia maupun akhirat. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan
barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan jadikan baginya
jalan keluar dan memberi rizqi dari arah yang tiada ia sangka-sangka,
dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia itu cukup baginya.” (Ath Tholaq: 2-3)
Makna Bertawakkal Kepada Allah Selengkapnya...
| HARAP DAN TAKUT BUAH KEIKHLASAN Tanggal posting: 07-05-08 Seorang mu'min haruslah berharap dan cemas atas setiap amal baik yang
ia kerjakan, ia berharap mendapatkan rahmat Allah dan cemas kalau-kalau
amal baik yang ia kerjakan tidak diterima oleh Allah Subhana waTa'ala.
Imam Bukhari rahimahullah menamakan sebuah bab dalam kitab Al-Iman
dengan Bab khaufil mu'min min an yahbatha a'maluhu wa huwa la yasy'ur,
artinya "Bab takutnya seorang mu'min kalau-kalau amalannya terhapus
sedang dia tidak menyadarinya". Kemudian beliau membawakan ucapan
Ibrahim At-Taimi rahimahullah secara mu'allaq. [Dan dalam kitab
Tarikhnya beliau meriwayatkannya secara maushul sebagaimana dijelaskan
oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari juz 1 hal.136]
: Selengkapnya...
| AZAS ISLAM ADALAH TAUHID DAN MENJAUHKAN SYIRIK Tanggal posting: 05-05-08 Setiap muslim wajib mentauhidkan Allah Azza wa Jalla dan meninggalkan
segala bentuk kesyirikan. Seorang muslim juga mesti mengetahui
pengertian tauhid, makna syahadat, rukun syahadat dan syarat-syaratnya
supaya ia benar-benar memahami tauhid.
Kalimat tauhid bagi kaum muslimin, khususnya Ahlus Sunnah wal Jama’ah
adalah kalimat yang sudah tidak asing lagi, karena tauhid bagi mereka
adalah suatu ibadah yang wajib dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari
dan yang pertama kali didakwahkan sebelum yang lainnya.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala Selengkapnya...
| PENGERTIAN TENTANG BERBUAT BAIK DAN DURHAKA Tanggal posting: 03-05-08
KATA PENGANTAR
Buku kecil ini pada asalnya adalah kajian yang penulis sampaikan dalam
satu muhadlarah di Bogor dengan tema 'Berbakti Kepada Kedua Orang Tua',
kemudian banyak permintaan dari hadirin agar dibukukan untuk dapat
dibaca oleh kaum muslimin agar lebih bermanfaat. Alhamdulillah, dengan
rahmat Allah Subhnahu wa Ta'ala, Allah mudahkan penulis untuk
melengkapi dalil-dalilnya dari Al-qur'an dan hadits-hadits yang shahih.
Penulis mengangkat tema ini, karena banyak sekali di masyarakat
anak-anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, tidak menghargai
orang tua, melecehkan orang tua, bahkan ada yang mencaci maki dan
memukul orang tuanya, na'udzubillah min dzalik. Padahal, apabila 'Si
Anak' ini menyadari, orang tua lah yang melahirkan, mengurus,
memberikan nafkah, mendidik dan membesarkan dia sampai dia dewasa,
karena itu kewajiban 'Si Anak' adalah taat kepada orang tua dan harus
memenuhi hak orang tua dengan mematuhi perintah dan taat kepadanya. Selengkapnya...
| Yang Bukan Bid’ah (1) Tanggal posting: 02-05-08 Banyak perkataan terlontar, dari orang yang belum paham (atau
mungkin salah paham) tentang bid’ah. Inti perkataannya menunjukkan
bahwa bid’ah itu sesuatu yang boleh dikerjakan. Untuk itulah pada
artikel ini penulis akan membahas berbagai kerancuan yang sering
terdengar di kalangan masyarakat. Dan untuk memperjelas artikel
sebelumnya, maka pada artikel ini insya Allah akan disertai beberapa
contoh. Semoga Allah memudahkan.
Untuk memudahkan pemahaman, berikut ini
beberapa poin penting yang ada pada artikel sebelumnya dan masih akan
dibahas kembali pada artikel ini. Selengkapnya...
| REALITA KEBANGKITAN ISLAM Tanggal posting: 01-05-08 Mulailah kaum muslimin sadar setelah melihat kenyataan pahit, negeri
yang tercabik dan banyaknya orientalis yang mengajak mereka untuk
meninggalkan agama dan sumber kejayaannya. Setiap kelompok dari kaum
muslimin selanjutnya mulai memandang kenyataan yang ada dari sisi yang
berbeda dari pandangan kelompok yang lain. Oleh karena itu dapat
disimpulkan bahwa jama'ah-jama'ah yang begerak di medan dakwah pada
masa ini saling berselisih seputar manhaj dakwah, dari mana memulai dan
bagaimana memulainya.
Perselisihan yang paling bebahaya yang menghalangi persatuan mereka diatas satu kata adalah dua hal :
[1] KETIDAK TAHUAN AKAN BESARNYA KEKUATAN MEREKA.
Kita masih terus melihat hizbiyah yang sempit telah menguasai banyak
akal pemikiran dan jama'ah yang bergerak dalam medan dakwah kepada
Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga mereka tidak melihat kecuali diri
mereka sendiri dan meniadakan keberadaan yang lain disekitarnya.
Berkembanglah hal ini hingga kita melihat sebagian mereka mengaku
sebagai jama'ah muslimin dan pemimpin mereka sebagai imam muslimin,
lalu menetapkan dengan dasar itu beberapa prasangka :
Selengkapnya...
| ANTARA BANYAK DAN SEDIKIT Tanggal posting: 30-04-08 Di antara kaidah yang diterapkan ulama adalah, bahwa "merebaknya suatu
perbuatan tidak menunjukkan atas kebolehannya, sebagaimana
tersembunyinya suatu perbuatan tidak menunjukkan atas dilarangnya."[1]
Ibnu Muflih dalam Al-Adab Asy-Syar'iyyah (I/163) berkata, "Seyogyanya
diketahui bahwa hal yang dilakukan banyak manusia adalah bertentangan
dengan ketentuan syar'i dan hal tersebut masyhur di antara mereka dan
banyak manusia yang melakukannya. Yang wajib bagi orang yang arif
adalah tidak mengikuti mereka, baik dalam ucapan maupun perbuatan, dan
janganlah dia terpengaruh oleh hal tersebut setelah tersebar jika dalam
kesendirian dan sedikitnya kawan. Selengkapnya...
| Tujuan Hidup Seorang Muslim Tanggal posting: 29-04-08 Setiap orang yang mendalami Al-Qur'an dan mempelajari Sunnah tentu
mengetahui bahwa puncak tujuan dan sasaran yang dilakukan orang Muslim
yang diwujudkan pada dirinya dan di antara manusia ialah ibadah kepada
Allah semata.
Tidak ada jalan untuk membebaskan ibadah ini dari setiap aib yang
mengotorinya kecuali dengan mengetahui benar-benar tauhidullah.
Da'i yang menyadari hal ini tentu akan menghadapi kesulitan yang besar
dalam mengaplikasikannya. Tetapi toh kesulitan ini tidak membuatnya
surut ke belakang. Sebab setiap saat dakwahnya menyerupai perkataan
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam:
"Artinya : Orang yang paling keras cobaannya adalah para nabi, kemudian
yang paling menyerupai (mereka) lalu yang paling menyerupainya lagi."
[1] Selengkapnya...
| HAK WARIS SEORANG WA Tanggal posting: 28-04-08
Dengan hak inilah yang membuat manusia terbagi menjadi bersikap berlebihan, lengah, dan pertengahan.
Dalam masalah hak waris wanita ini, di antara mereka ada yang merujuk
kepada keadaan Jahiliyyah pertama, dimana mereka melarang wanita dari
mendapatkan warisan. Tetapi Islam datang dan mengangkat status wanita
serta memberinya hak warisan.
Allah Ta’ala berfirman:
"Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu bapak dan
kerabatnya dan bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan
ibu bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang
telah ditetapkan." [An-Nisaa': 7] Selengkapnya...
| FITNAH SYUBHAT DAN SEBAB-SEBABNYA Tanggal posting: 26-04-08 Al Imam Muhammad bin Aslam At-Thusi rahimahullah (242 H) berkata "Dan
barangsiapa mempunyai pengalaman dan pengetahuan dalam hal wahyu dan
dengan apa-apa yang ahli syirik dan ahli bid'ah berada di atasnya pada
hari ini, maka dia mengetahui perbedaan yang sangat jauh antara
orang-orang salaf dan orang-orang khalaf, lebih jauh antara jarak timur
dan barat, mereka berdiri di atas sesuatu dan orang-orang salaf berdiri
di atas sesuatu yang lain, sebagaimana dikatakan :
Dia pergi ke timur dan engkau pergi ke barat
Jauh sekali perbedaannya antara timur dan barat
Dan perkara ini -demi Allah- lebih dahsyat dari apa yang telah kami sebutkan.
Imam Al Bukhari menyebutkan dalam Shahihnya (2/115) [1] dari Ummi Darda
radliyallahu'anha, ia berkata, "Abu Darda masuk ke rumah dengan keadaan
marah, maka aku tanyakan kepadanya, "Ada apa engkau?" Maka ia berkata,
"Demi Allah, aku tidak mengetahui sedikit pun pada diri mereka tentang
urusan (Nabi) Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, kecuali mereka
semuanya shalat".
Selengkapnya...
| Bahaya Khuruj (Melawan) Terhadap Pemerintah Tanggal posting: 25-04-08 Gerakan khuruj (pemberontakan) dan inqilab (melancarkan kudeta)
terhadap suatu pemerintahan (yang sah) bukanlah sarana untuk
memperbaiki masyarakat. Bahkan justru memicu timbulnya kerusakan di
tengah masyarakat.
Khuruj terhadap pemerintah muslim, bagaimana pun tingkat kezhalimannya,
merupakan bentuk penyimpangan dari manhaj Ahlus Sunnah (Wal Jama’ah).
Ada dua macam bentuk khuruj, (1). Khuruj dengan memanggul senjata (2).
Khuruj dengan perkataan dan lisan.
Mereka yang selalu memunculkan perpecahan, pertikaian, dan pergolakan
terhadap pemerintahan muslim, pada hakikatnya telah melakukan
pemberontakan terhadap pemerintahan tersebut. padahal, Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita untuk bersabar, sebagaimana
sabda beliau.
Selengkapnya...
| Pengertian Ibadah, Paham Yang Salah Tentang Ibadah, Syarat Diterimanya Ibadah Tanggal posting: 24-04-08
[A]. Definisi Ibadah
Ibadah secara etimologi berarti merendahkan diri serta tunduk. Di dalam
syara', ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya
satu. Definisi itu antara lain adalah.
[1]. Ibadah ialah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para rasulNya.
[2]. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala
yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah
(kecin-taan) yang paling tinggi.
[3]. Ibadah ialah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan
diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala , baik berupa ucapan atau perbuatan,
yang zhahir maupun yang batin. Ini adalah definisi ibadah yang paling
lengkap. Selengkapnya...
| YANG MEMBATALKAN DAN MENGURANGI KESEMPURNAAN ISLAM Tanggal posting: 23-04-08
Hal-Hal Yang Membatalkan Islam
Dalam agama Islam ada hal-hal yang dapat membatalkan keislaman
seseorang apabila ia mengerjakannya. Ia juga berarti melakukan
perbuatan syirik yang menghilangkan pahala amal dan akan kekal di
Neraka. Allah tidak akan mengampuni dosanya kecuali ia bertaubat.
Hal-hal tersebut adalah.
[1]. Berdo’a dan meminta kepada selain Allah, seperti kepada para nabi
dan wali-wali yang sudah wafat, atau kepada mahluk hidup yang ghaib.
Firman Allah.
“Artinya : Dan janganlah kamu berdo’a kepada selain Allah yang tidak
dapat memberi manfaat dan tidak (pula) dapat memberi madharat kepadamu,
sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu maka sesungguhnya kamu
kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim (musyrik)” [Yunus : 106] Selengkapnya...
| Mengenal Allah Lebih Dekat Tanggal posting: 22-04-08 Para pembaca yang budiman, telah kita ketahui bersama bahwa
kemuliaan suatu ilmu itu tergantung objek yang dipelajari. Tentu kita
tidak meragukan lagi bahwa tidak ada sesuatu yang lebih mulia dan lebih
agung dari Alloh Ta'ala, karena Dialah Dzat yang menciptakan seluruh
alam semesta beserta isinya. Oleh karena itulah, pengetahuan seseorang
tentang Alloh merupakan jenis ilmu yang paling mulia.
Mengenal Nama dan Sifat Alloh
Di antara bentuk mengetahui Alloh adalah mengenal Nama dan
Sifat-Sifat-Nya. Ilmu tentang hal ini merupakan pokok dan sumber dari
semua ilmu. Oleh karena itu barangsiapa yang mengenal Alloh, pasti akan
mengenal yang lainnya. Sebaliknya, barangsiapa yang bodoh tentang Alloh
maka ia akan lebih bodoh lagi tentang masalah yang lain. Selengkapnya...
| Gelar-Gelar Terlarang Tanggal posting: 21-04-08 Pemberian gelar kepada seseorang yang dikagumi ataupun kepada orang
yang dibenci sudah menjadi kebiasaan masyarakat pada umumnya. Namun
sayangnya, banyak sekali di antara gelar yang diberikan oleh masyarakat
tersebut yang ternyata bertentangan dengan syariat Islam yang mulia dan
memiliki makna yang bathil.
Kita telah mengetahui bersama bahwa Alloh telah memberitakan
sebagian nama dan sifat-Nya yang mulia melalui Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Di antara nama-nama tersebut, ada 99 nama yang apabila kita
menghitungnya maka kita akan masuk syurga. Perlu diketahui sebelumnya
bahwa di antara ke-99 nama tersebut ada yang khusus milik Alloh dan
tidak boleh diberikan kepada selain-Nya serta ada pula yang boleh
diberikan kepada selain Alloh. Hal ini adalah konsekuensi dari Tauhid Asma’ wa Shifat (Mengesakan Alloh dalam Nama dan Sifat-Nya). Selengkapnya...
| Agar Ibadah Diterima di Sisi Alloh Tanggal posting: 19-04-08 Alloh yang Maha Bijaksana tentulah tidak menciptakan sesuatu kecuali dengan hikmah yang agung. Alloh berfirman, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."
(Adz Dzariyat: 56). Mungkin kita sudah hafal tujuan tersebut karena
sering kita dengar, tapi pernahkah terlintas di benak kita apakah
ibadah kita itu diterima ataukah tidak? Maka, tidak ada seorang pun
yang dapat menjamin hal ini, sehingga sudah seharusnya bagi tiap mukmin
untuk beramal dengan senantiasa berharap dan cemas. Berharap agar ia
mendapat ridho Alloh serta janji-janji yang sudah ditetapkan Alloh
dalam Al Qur’an dan cemas kalau-kalau ibadahnya tidak diterima. Dan
janganlah ia berdecak kagum atas amal yang ia lakukan dan merasa bahwa
ibadahnya pasti diterima. Selengkapnya...
| Berandai-Andai Dalam Timbangan Tauhid Tanggal posting: 17-04-08 Saudaraku, semoga Alloh melimpahkan taufik kepada kita semua,
kenyataan terkadang membuat seseorang harus menggigit jari. Karena apa
yang diinginkannya tidak tercapai, maka mulailah pikirannya
melayang-layang dan berandai-andai. Seandainya dulu begini, seandainya
kemarin tidak begitu, dan seterusnya. Nah, bagaimanakah Islam memandang
pengandaian?
Segala Sesuatu Terjadi Dengan Takdir
Iman kepada takdir adalah salah satu pilar Islam. Kita meyakini
bahwa segala sesuatu yang terjadi telah diketahui oleh Alloh sebelum
hal itu terjadi. Dan Alloh juga telah memerintahkan pena takdir untuk
mencatat segala peristiwa yang akan terjadi hingga hari kiamat 50 ribu
tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Kehendak Alloh pasti
terlaksana, tidak ada yang bisa mengelakkannya. Semua makhluk dan
perbuatannya merupakan buah dari ciptaan-Nya. Hal ini tentu akan
membuat hati seorang yang beriman merasakan ketentraman. Dia akan
beramal sebaik-baiknya dan berprasangka baik kepada Alloh Ta'ala. Alloh
sangat penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Maka salah satu sifat yang
harus dipunyai oleh seorang muslim ialah bersikap pasrah terhadap
takdir dan tidak memprotes keputusan Alloh Ta'ala. Sehingga apabila
musibah menimpa maka hati mereka merasa ridha terhadap perbuatan-Nya
dan bersabar dalam menghadapi musibah. Inilah kewajiban kita. Selengkapnya...
| Masuk Surga Tanpa Hisab Tanggal posting: 16-04-08 Orang yang masuk surga ada 3 macam, yaitu: Langsung masuk surga tanpa hisab
(dihitung kebaikan dan keburukannya), masuk surga setelah dihisab, dan
masuk surga setelah diadzab terlebih dahulu di neraka. Tentunya semua
orang akan mengidam-idamkan masuk surga tanpa harus masuk neraka. Tapi
bagaimana caranya? Mungkin ini adalah pertanyaan yang terlintas di
benak setiap orang secara spontan begitu membaca judul ini.
Sempurnakan Tauhid !
Agar masuk surga tanpa hisab, syarat yang harus dipenuhi adalah
membersihkan tauhid dari noda-noda syirik, bid’ah, dan maksiat. Alloh
berfirman, "Sesungguhnya Ibrohim adalah seorang imam yang dapat
dijadikan teladan lagi patuh kepada Alloh dan hanif (lurus). Dan
sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan
(Rabb)." (An Nahl: 120). Dalam ayat ini, Alloh memuji nabi Ibrohim
dengan menyebutkan empat sifat, yang apabila keempat sifat ini ada pada
diri seorang insan, maka ia berhak mendapatkan balasan yang tertinggi,
yaitu masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Selengkapnya...
| Halaman: ◄sebelumnya ...
|
|
|
|
|
 |