Menu Kategori
tutup menu

Baju Muslim

      Baju Koko / Baju Taqwa
      Celana Panjang / Sirwal
      Gamis Pria
      Jubah Pria
      Kaos Muslim Gaul
      Setelan Pria
      Sarung
      Batik Pria

Busana Muslimah

      Blus Muslimah
      Dekker & Baju Dalam
      Jilbab & Kerudung
      Jubah & Abaya
      Kaos Muslimah
      Mukena / Rukuh
      Niqob / Cadar
      Rok
      Pelengkap Busana Muslimah
      Kaos Kaki
      Hiasan Kerudung / Jilbab
      Jubah & Abaya Made By Order
      Ciput / Dalaman Jilbab

Butik Bayi & Anak-anak

      Mukena Anak
      Baju Anak Laki-laki
      Baju Anak Perempuan
      Jilbab Anak
      Mainan Anak
      Sarung Anak

Digital / Elektronik

      Handphone / Ponsel Quran
      PDA Quran
      Al-Quran Digital
      Pen Quran
      Jam Adzan

Majalah & Buku Islam

      Majalah
      Akhlak & Etika
      Aqidah & Tauhid
      Dakwah & Materinya
      Fiqih
      Hadits & Al-Quran
      Keluarga & Pendidikan Anak
      Keluarga Sakinah
      Masyarakat Islam
      Motivasi Akhirat
      Motivasi dan Pengembangan Diri
      Pendidikan Islam
      Pengobatan
      Remaja Islam
      Sejarah & KIsah
      Tafsir
      Tazkiyatun Nufus
      Wanita Shalihah
      Do'a
      Fatwa
      Manhaj

Multimedia

      Kaset
      CD MP3
      VCD
      Software
      DVD MP3

Obat-obatan Ala Nabi

      Obat Herbal
         Darah tinggi / Hipertensi
         Diabetes / Kencing Manis
         Hepatitis
         Jantung
         Pelangsing / Penurun Berat Badan
         Radang Lambung / Maag
         Stroke
         Tumor & Kanker
         Wasir / Ambeien
         Herbal lain-lain
         Herbal Saluran Kencing
         Herbal Pasutri
         Herbal Khusus Perempuan
         VCO (Virgint Coconut Oil)
      Madu
         Madu balita & anak-anak
         Madu dewasa
      Jintan hitam / habbatus sauda murni
      Obat Tetes
      Sari Kurma
      Jamu Instan
         Jamu Anak-Anak
         Jamu Dewasa
      Cream / Obat Gosok / Obat Luar

Kosmetik Halal & Home Spa

      Kosmetik Wajah
      Lotion & Body Butter
      Parfum
      Perawatan Bayi
      Sabun
      Lulur
      Garam Mandi / Bath Salt
      Hair Care / Perawatan Rambut
      Massage Oil
      Produk Perawatan Lainya

Pernak Pernik Islami

      Sajadah
      Koleksi Unik
      Alat Bekam
      Pernik Lain
      Alat Kesehatan

Sajian Halal

      Makanan Halal
      Minuman Halal

NEW! Perlengkapan Pasutri

      Koleksi Lingerie Pasutri
         Babydoll
         Chemise
         Camisole
         Bikini
         Kostum
         Teddy
         Stocking
         Body Stocking
      Buku Pasutri
      Herbal Pasutri

SOLD OUT!!!

      Busana Muslimah SOLD OUT!
      Baju Muslim SOLD OUT!
      Butik Bayi & Anak SOLD OUT
      Digital/Elektronik SOLD OUT!
      Majalah & Bk Islam SOLD OUT!
      Multimedia SOLD OUT!
      Herbal SOLD OUT!
      Kosmetik Halal SOLD OUT!
      P. Pernik Islami SOLD OUT!
      Sajian Halal SOLD OUT!
      Perlengk. Pasutri SOLD OUT!
 
Daftar belanja Anda kosong.

Silakan memilih produk
yang ingin Anda beli.

Bidahdampakburuk.jpg



HOTLINE :
031 60103503
SMS: 0856-336-4677


Kontak via Yahoo!Messenger:


PM ROA  
PM UPAT
PM NIA  

Aneka Bonus PM


Bid'ah Dampak Buruknya Bagi ummat

Overview
ID Produk 1130
Kategori Buku Islam  
Berat per unit 0.40 kg  
Harga Rp 22.900  
Spesifikasi
 
Ukuran14 cm x 20,5 cm 
PenulisDR. Washim Fathullah dan Basyaruddin bin Nurdin 
Deskripsi
 
ika dampak buruk dari perbuatan bid'ah hanya kesesatan, sebagaimana yang telah disinyalir oleh Rasulullah, maka
itu sudah cukup bagi kita untuk waspada dan
meninggalkannya. Karena, semakin banyak muncul
perbuatan bid'ah maka semakin banyak pula cayaha As-Sunnah yang padam. Oleh sebab itu, sebagian ulama salaf pernah berkata, "Tidaklah suatu kaum melakukan satu perbuatan bid'ah melainkan mereka menghilangkan satu
perbuataan sunnah yang semisal dengannya."
Saudaraku! Perbuatan bid'ah menyebabkan seseorang keluar dari ittiba'
(keteladanan) kepada Rasulullah. Bahkan perbuatan bid'ah pada hakikatnya merupakan fitnah terhadap Islam.
Sebab, seorang pelaku bid'ah dengan perbuatan bid'ahnya meyakini bahwa Islam belum sempurna dan akan sempurna dengan perbuatan bid'ah yang dilakukan olehnya.
Wal'iyadzu billah.
Buku yang berada di tangan Anda sekarang ini, akan memaparkan kepada Anda tentang bid'ah dan dampak negatifnya yang membahayakan bagi ummat, baik dalam urusan agama maupun dunia. Di dalamnyajuga akan dijelaskan permasalahan bid'ah secara singkat dan mendasar
berdasarkan kaidah baku yang dengannya memungkinkan kita untuk bermuamalah dalam kehidupan nyata sesuai dengan manhaj yang benar, sehingga kita mampu beramal dengan sungguh-sungguh dalam menghidupkan sunnah
Rasulullah, dan menyelamatkan ummat dari bahaya
bid'ah dan kesesatan.
Selamat membaca...

DAFTAR ISI :
KITAB I


Pengantar Penerbit ..................... 5

Pendahuluan ............................ 15

Pembahasan Pertama :
Bid'ah, Definisi dan Kaidah - kaidahnya
... 17

Masalah Pertama :
Definisi Bid'ah ............................... 18
Tinjauan Bahasa ............................... 18
Tinjauan Istilah .............................. 19

Masalah Kedua :
Sejarah Munculnya Bid'ah ...................... 21

Masalah Ketiga :
Kaidah - kaidah Bid'ah ........................ 28
Kaidah Pertama : Berlebihan Dalam Beribadah Adalah Bid'ah yang tercela ... 29
Kaidah Kedua : Bid'ah Terjadi Pada Pokok Suatu Amal atau Pada Sifat Dari Suatu Amal ... 38
Kaidah Ketiga : Bid'ah Terjadi Dalam Mengamalkan Sesuatu atau Meninggalkannya ... 46
Kaidah Keempat : Bid'ah adalah Sesuatu yang Jelas-jelas Dilarang dan Telah Ada Penolakan Pada Masa Kenabian ... 53

Pembahasan Kedua :
Dampak Negatif Bid'ah Bagi Umat ...............


Masalah Pertama :
Dampak Bid'ah Akan Mewujudkan Perpecahan dan Perselisihan Umat ..... 62

Masalah Kedua :
Dampak Negatif Bid'ah Bagi Umat Secara Terperinci .................. 72
Pertama : Perpecahan Secara Ilmu Dalam Tinjauan Akidah ............ 73
Kedua : Perpecahan Dalam Tindakan Amal Nyata ..................... 91

Penutup ............................... 101
Referensi ............................. 107

KITAB II
Muqaddimah ................................... 113

Kesalahan-kesalahan dan kemungkaran-kemungkaran Seputar Shalat Jum'at ... 121
1. Adzan 2 Kali Dalam Shalat Jum'at ................................... 123
2. Shalat Sunnah Qabliyah Jum'at ...................................... 126
3. Mengedarkan Kotak Infak Saat Khatib di Atas Mimbar ................. 131
4. Panjangnya Khutbah Dalam Shalat Jum'at ............................. 133
5. Adakah 'Bilal' Dalam Shalat Jum'at? ................................ 137
6. Khatib Membacakan Hadits-Hadits Batil .............................. 139
7. Jamaah Meng-aminkan Khatib Pada Waktu Berdoa dan Mengangkat Tangan . 143
8. Khatib Mengangkat Tangan Pada Waktu Berdoa Atau Sama Sekali Tidak Mengangkat Tangan ... 145
9. Berdoa bersama, Imam dan Makmum Setelah Shlata Jum'at Berjabat Tangan ... 148
10. Wajib Menegur Khatib Apabila Salah ................................ 152


KITAB III
Risalah Bid'ah Seputar Hari Jum'at ............................ 157
Rp 22.900
 
 

Peduli dengan berbagi:

Kata Mereka

"Ana hanya ingin memberitahukan bahwa pesanan sudah sampai ke tangan ana dengan kondisi baik. Jazakallohu khoiron. Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh."
Guntur S
Pelanggan Setia PM dari Jakarta
Lihat Komentar lainnya.


Pelanggan yang membeli produk ini juga membeli..


Produk lain yang juga menarik..



Komentar produk ini

Hidayat komentar tanggal 2010-07-16 16:39:04

bid'ah

Dan pada saat ummat Islam memasuki bulan Agung atau bulan Rabi’ul Awwal kelahiran manusia agung nan suci kembali terbayang, terkenanglah kita akan jasa2 beliau SAAW yang luar biasa. Ummat manusia menyambut gembira, dan mereka sangat amatlah patut untuk berbahagia, sebab yang diperingati adalah rahmat terbesar dari Allah Ta’ala yang dipersembahkan kepada segenap alam semesta.
Inilah dampak dari perayaan/peringatan yang hanya dilakukan setahun sekali. Hanya pada bulan itu saja kita ingat kepada Rasullullah SAW. Setelah bulan itu Rasullullah SAW kita lupakan dengan sepinya kembali Masjid-2/Surau-2/Langgar-2. Padahal kalaulah kita mau selalu mengangungkan dan mengingat beliau, maka seharusnya kita memakmurkan Masjid/Surau/Langgar setiap hari dengan mengkaji dan memperdalam isi dan kandungan Al-Qur'an/Hadist-2 yang shahih. Sehingga terciptanya generasi yang kaffah dalam menegakkan kebenaran Islam. Bukan semata-2 acara ceremonial, dengan menutup jalan, bahkan dengan arak-2an yang menyusahkan pemakai jalan lain dan menghamburkan uang yang tidak sedikit, sementara sebagian besar umat Islam Indonesia hidup berada dibawah kemiskinan.
Padahal Rasullullah SAW, hanyalah berkata bahwa Aku berpuasa pada hari kelahiranku. Bukankah beliau bisa mengumpulkan orang di Masjid untuk membuat kegiatan pada tanggal 12 Rabiul Awal dimaksud. Akan tetapi hanya shaum pada tiap hari Senin. Ini menandakan bahwa kita harus selalu mengingat amalan kita setiap saat, bukannya setahun sekali dengan jor-2an dan setelah itu hanya tinggal kenangan dan pada umumnya pada acara Maulidan tersebut yang terjadi bukannya kegiatan menjadi tuntunan, akan tetapi hanya sebagai tontonan belaka. Naudzubillahi Tsumma Naudzubillahi Min Dzalik. Dan jelas acara merayakan Ulang Tahun hanya mengikuti cara-cara Nasrani.
Lihat saja sekarang Ceramah Agama dibarengi dengan acara nyanyian-2, walaupun katanya nyanyian itu berbau Islam. Akan tetapi dalam beberapa Hadist Rasullullah SAW menyebutkan bahwa Rasullullah SAW melarang kita bernyanyi dalam bentuk apapun. Inilah bukti bahwa pengaruh Nasrani dan Hindu sudah melekat ditubuh umat Islam. Ditambah lagi banyaknya orang Islam yang tidak suka Islam, sehingga walaupun kita di Indonesia ini mayoritas, akan tetapi bagaikan buih di Samudra atau bagaikan bebek-bebek yang mudah diatur oleh penggembalanya. Dan ketahuilah dalam Surah Al-Baqarah ayat 120 Allah SWT berfirman : Tak akan suka orang Nasrani dan Yahudi hingga kita mengikuti cara-2 dan ajaran mereka. Mereka berkata kalien boleh menjalankan kegiatan keagamaan kalien tapi cara-2nya sepertiku. Semisal boleh buat acara pengajian, tapi ditambah nyanyian dan musik. Boleh berjilbab, tapi yang ketat dan dengan model-2 yang merangsang (ala Selebriti). Boleh shalat, tapi tonton dulu Siaran langsung berita-2 terbaik yang pada umumnya disiarkan langsung dan dipandu oleh penyiar-2 yang mengaku beragama Islam dan dihadiri pula oleh para tokoh yang bukan saja beragama Islam, akan tetapi sebagai tokoh di atas nama lembaga Islam (PERHATIKAN SAAT SESAAT SUDAH AZAN MAGHRIB, Diberbagai stasiun TV Full dengan siaran berita siaran langsung dan ada wawancara dengan tokoh-Islam. Bahkan sesudah dikumandangkannya azan Subuh, masih ada Siaran Langsung Ceramah Subuh diberbagai Stasiun TV (apalagi di Bulan Ramadhan dengan berbagai Siaran Langsung yang dipandu dan dihadiri oleh orang yang mengaku beragama Islam). Bahkan pada siang hari Jum'at mereka buat film-2 yang disukai para penonton dengan tujuan agar kita tak berangkat ke Mesjid. Dan banyak Stasiun TV yang juga buat film/sinetron pada saat Maghrib, sehingga membuat kita lalai untuk melaksanakan Shalat. Akan tetapi semua tokoh-tokoh yang katanya berjuang atas nama Islam bungkam seribu bahasa. Agama hanya dijadikan alat mencari uang dan kekuasaan.
APALAGI ADA KELOMPOK ISLAM LIBERAL YANG BENAR-2 MERUSAK IMAN DAN AQIDAH BAHKAN MERUSAK AKHLAK UMAT ISLAM DENGAN PENYIMPANGANNYA SECARA TERANG-2AN KEPADA AL-QUR'AN DAN HADIST RASULLULLAH SAW
Inikah yang diajarkan Rasullullah SAW.
Seperti seseorang diperbolehkan menabuh rebana dihadapan Rasullullah SAW, dikarenakan nazarnya. Jika bukan karena nazar, maka Rasullullah SAW melarangnya, : seperti tertera dibawah ini,
Bahkan ada suatu hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Abu Daud, dan Ahmad diceritakan, bahwa tatkala Raulullah SAAW tiba dari sebuah peperangan, seorang budak wanita berkulit hitam datang menemui beliau membawa rebana sembari berkata, “Duhai Rasulullah SAAW, aku telah bernazar, jika Allah Ta’ala mengembalikan dirimu dalam keadaan selamat, aku akan menabuh rebana dan menyanyi dihadapanmu,” maka Rasulullah SAAW menjawab, “Jika engkau telah bernazar, tunaikanlah nazarmu, Jika tidak, jangan.”.

Dan tentangan jiarah kubur, yang kami tahu bahwa Rasulullah SAW hanya memperbolehkan perjalanan jauh (musafir) untuk mengunjungi 3 tempat, yakni Masjidil Haram; Masjidin Nabawi dan Masjidil Aqsha. Dan kami belum menemukan Hadist (baik yang dhaif apalagi yang shahih), menerangkan bahwa Rasullullah SAW pernah berjiarah kekuburan Orangtua beliau, dan Sanak Keluarga lainnya, juga Siti Khadijah dan para Sahabat yang lebih dahulu wafat ketika Rasullullah SAW masih hidup. Bahkan Khalifaturraasyidin juga tak ada riwayatnya berjiarah kemakam Rasullullah SAW. Misalkan Abu Bakar As-Shiddiq RA karena berada di Makkah lalu mengajak sahabat-2 lainnya untuk berjiarah ke makam Rasul SAW di Madinah. (JIKA ADA HADISTNYA DAN RIWAYATNYA MOHON KAMI DIBERITAHU). Anehnya dizaman kini berziarah itu berkali-2, bahkan menjadi kewajiban setahun sekali. Dan mendatangani kuburan-2 tertentu seperti ke Cirebon, Tuban, Banten, Gersik, Mbah Priuk dan lain-2 untuk meminta barakah dan yang aneh-2 lainnya dilestarikan dan bahkan jadi ajang bisnis para Ustadz/ah dan sekelasnya.Dan dibilang ini sebagai tradisi yang Islami. Bukankah ini bid'ah yang benar-2 sesat, akan tetapi kata mereka ini bid'ah hasanah dengan berbagai dalil yang dhaif. Rasullullah SAW saja tidak ada satu hadistpun yang minta agar kuburannya diziarahi, akan tetapi para Ulama kita, sebelum ajal berpesan agar kuburannya untuk sering diziarahi oleh para murid-2nya dan umat Islam lainnya. Aneh bin aneh
Bahkan para pelaku bid'ah ada yang mengadakan pengajian berhari-2 di rumah dan kuburan. Yang jelas-2 dalil Al-Qur'an dan Hadistnya kami belum pernah baca (JIKA ADA MOHON KAMI DIBERITAHU, MUNGKIN KAMI BELUM MENEMUKANNYA, maklum kami masih dalam taraf belajar). Dan menurut pendapat kami pengajian dikuburan dan dirumah itu hanyalah semata akal-2an para Ustadz kala itu yang malas bekerja keras dikarenakan menganggap dirinya kaum Priyayi, sehingga hadist yang berbunyi kira-2 "SETELAH DITINGGAL TUJUH LANGKAH MAYYIT AKAN DIINTEROGASI OLEH PARA MALAIKAT". maka agar malaikat tak kunjung datang, mayyit harus ditunggu dan dingajiin supaya dia dapat tuntunan dalam menjawab pertanyaan malaikat. Dan untuk itu keluarga mayyit harus mengeluarkan dana untuk biaya dimaksud, maka selamatlah para kaum Priyayi yang malas bekerja itu untuk makan dan minumnya selama 40 hari, dengan harapan hari-2 berikutnya ada yang meninggal lagi, maka amanlah perut dan kantongnya. Dan pada setiap saya melihat acara tersebut, sang Ustadz selalu berkata bahwa kegiatan pengajian, tahlil dan talqin ini bukti nyata seorang anak soleh yang berbakti pada Orangtuanya dengan menyebutkan berbagai dalil yang kita tak tahu keshahihannya sebagai alat rujukan untuk menyatakan itu sudah sesuai dengan ajaran dan tuntunanNya. Padahal untuk acara tersebut, anak terpaksa menjual sebagian tanah peninggalan orangtuanya atau utang sana sini demi menjaga tradisi yang dibuat-2 oleh kaum bid'ah. Dan tinggallah keluarga yang ditinggal kian terpuruk, padahal sudah seharusnya kewajiban kaum muslimin untuk melindungi para anak yatim. Akan tetapi yang terjadi para Ustadz dan sejenisnya itu bergembira/berbahagia di atas penderitaan orang lain.

Kita ambil lagi sebagian dari kalimat :
Dan hal yg saya paparkan diatas (Sayyidina Umar ra. membuat sholat tarawih berjama’ah) juga bertentangan dengan apa disebut bid’ah.
Wahai Saudaraku, setahu kita bahwa Rasullullah SAW juga sudah pernah menjadi Imam Shalat Tarawih, akan tetapi hanya 3 malam saja beliau lakukan. Dan selanjutnya di Imami oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Dengan alasan takut kalau shalat tarawih akan dianggap sebagai shalat yang diwajibkan. Ini berarti bahwa pada masa Rasullullah SAW hiduppun shalat Tarawih sudah dilaksanakan berjama'ah. Dan Rasullullah SAW pun pernah bersabda : (yang kira-2 maksudnya) : Ikutilah apa-2 yang aku lakukan dan para Khalifatur Rasyidin. Jadi dimana letak bid'ahnya.
Mungkin maksudnya Saya pernah baca dalam satu riwayat, bahwa Sayyidina Umar RA menambah jumlah raka'at shalat tarawih dan witir menjadi 39 rakaat, dikarenakan Sayyidina Umar RA berada di Madinah dan Sayyidina Abu Bakar RA meminpin shalat Tarawih di Makkah yang jumlahnya 21 rakaat, hanya setiap 2 rakaat diselingi dengan Thawaf. Sementara di Madinah tidak bisa Thawaf, sehingga Sayyidina Umar RA mengganti Thawaf dengan shalat Sunah 2 rakaat. Lalu dikatakan ini bid'ah hasanah. Ini namanya bukan bid'ah dikarenakan adanya pernyataan Rasullullah SAW ikutilah apa yang aku dan Khalifah yang empat contohkan kepada kalien.
Wahai Saudaraku, jikalah kita bilang bahwa kita sangat cinta kepada Rasullullah SAW dan kita sangat menginginkan Surganya ALLAH, maka sudah barang tentu para Sahabat, Tabi'in, Tabit-Tabi'in, Imam yang empat serta Imam yang hidup dizaman mereka sudah barang tentu paling-paling dan sangat paling-paling cinta Allah dan RasulNya, ketimbang kita ataupun para Ulama/Ustadz dan sejenisnya yang hidup jauh setelah zaman mereka. Dan bahkan apalagi para Sahabat yang hidup dizaman Rasullullah dan Khalifaturraasyidin sudah barang tentu akan banyak melakukan Ibadah dan kegiatan yang menurut mereka amat baik, dikarenakan Rasullullah SAW akan langsung mengomentari apakah yang mereka perbuat itu sudah sesuai ketentuan Allah dan RasulNya atau tidak. Dan banyak Hadist lahir merupakan kegiatan para Sahabat yang didiamkan, dikoreksi atau tidak diperbolehkan oleh Rasullullah SAW setelah mendapat petunjuk dari Allah SWT.
Akan tetapi para Ulama/Ustadz yang hidup setelah abad kelima Hijrahlah yang banyak memberi dalil dan ajaran-2 tambahan dalam bentuk bidah dengan diberi bungkus sebagai bid'ah hasanah. Dimana pada masa itu kejahilan dan kemunafikan serta berbagai paham sesat sudah kian merajalela dan pemerintah serta penguasa yang menjalankan dan berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadist Rasullullah SAW kian langka, dimana kekuasaan dan uang sudah menjadi kiblat dalam kehidupan dunia. Lalu timbullah berbagai pendapat untuk melaksanakan perintah agama secara instant dan gampang dengan pahala yang jumlahnya belipat-2 sehingga lahirlah berbagai fatwa ini baik dan itu baik. Padahal baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah dan RasulNya, sesuai dengan Firman Allah SWTdalam Surat Al-Kahfi ayat 103, 104 dan 105 yang intinya menyatakan ORANG MERUGI ADALAH ORANG YANG TELAH SIA-SIA BERBUAT BAIK MENURUT VERSINYA SENDIRI DAN PERBUATAN BAIK ITU TIDAK SESUAI AYAT-AYAT ALLAH SWT, SEHINGGA HAPUSLAH AMALAN MEREKA.
Dan Allah Subhanallahi Wata’ala menegaskan bahwa Islam yang beliau turunkan melalui Rasullullah Shallallahi’alaihi Wassallam telah amat-2 sempurna (Al-Maidah ayat 3), dimana semua aturan dan ketentuan telah disampaikan sedetil-2nya sampai urusan tidur dan meniduri, perut dan segala ampas-2nya. Apakah kita merasa lebih berkuasa dan memiliki kelebihan dari asma Allah dan lebih hebat dari Rasullullah sehingga segampang itu nambah-2in, seolah-2 masih ada yang terlupakan disampaikan oleh Allah dan RasulNya. Itu artinya kita sudah berbuat maksiyat dengan Allah dan RasulNya. Dan tambah-2an ini mulai tumbuh setelah wafatnya Imam yang empat. Karena setelah Rasullullah wafat, dilanjutkan oleh Para Khalifaturrasyidin, para Sahabat, para Tabi’in, Tabi’it Tabi’in dan Imam yang empat tidak ada yang berani nambah-2in, terkecuali kaum Munafik, Khawarij dan sejenisnya yang jelas-2 mengingkari Al-Qur’an dan Hadist.
Kemudian setelah 5 abad Hijrahlah baru para Ulama saat itu memulai bid’ah dengan lancar dengan dalil Al-Qur’an dan Hadist-2 yang mereka anggap shahih.
Karena banyak sekarang amalan-2 kita yang tidak ketemu Hadist dan dasarnya di Al-Qur'an, kecuali semata-2 hanya ITUKAN BAIK, INIKAN BAIK.
Yang kita tahu, lebih gampang menyadarkan orang berbuat maksiat ketimbang orang berbuat bid'ah. Karena orang yang berbuat maksiat Dia begitu yakin bahwa yang dia buat adalah perbuatan salah akan tetapi dia sudah keenakan mengerjakannya. Dan orang yang berbuat BID'AH tidak menyadari perbuatannya itu salah, karena Ia hanya beralasan Inikan sudah dijalankan dari Ulama-2/Ustadz/Orangtua-2 kita terdahulu dan toh ini baik untuk nambahin pahala, sementara Nash Al-Qur'an dan Hadist tak ada yang mendukung.

Demikian saja dulu dari Saya hamba yang dhaif, mudah-2an tanggapan ini dapat didiskusikan, sehingga kita benar-2 menjadi penghikut setia Rasullah SAW dan termasuk satu golongan (Ahlus Sunnah) yang terbebas dari kesesatan dari 69 golongan yang sesat (Hadist Shahih). Dan banyak golongan yang mengaku sebagai Ahlussunnah Waljama'ah, akan tetapi kurafat, syirik dan bid'ah masih dijalankan. Apakah dapat dikatakan mereka itu sebagai AhlusSunnah.
Dan kami ucapkan Syukran Kastir. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
dan kami tunggu tanggapannya, mudah-2an bermanfaat

Hidayat



Abdullah al betawi komentar tanggal 2010-12-08 05:43:06

Allah MAha siapa yang paling bertqwa

jangan merasa paling bener, Allah swt paling tahu siapa orang yang paling bertaqwa "Falaa tuzakkuu anfusakum huwa a`lamu bimanittaqoo"

Tulis Komentar Anda tentang Produk ini. Komentar harus sesuai dengan Syarat dan Ketentuan

Beritahu Teman tentang produk ini

Apabila anda mempunyai pertanyaan tentang produk ini atau anda merasa info yang tertera di atas masih kurang, silakan kirim pertanyaan Anda ke Saya melalui form ini: