Menu Kategori
tutup menu
      PDA Quran
      Al-Quran Digital
      Pen Quran

Majalah & Buku Islam

      Majalah
      Akhlak & Etika
      Aqidah & Tauhid
      Dakwah & Materinya
      Fiqih
      Hadits & Al-Quran
      Keluarga & Pendidikan Anak
      Keluarga Sakinah
      Masyarakat Islam
      Motivasi Akhirat
      Motivasi dan Pengembangan Diri
      Pendidikan Islam
      Pengobatan
      Remaja Islam
      Sejarah & KIsah
      Tafsir
      Tazkiyatun Nufus
      Wanita Shalihah
      Do'a
      Fatwa
      Manhaj

Multimedia

      Kaset
      CD MP3
      VCD
      Software

Obat-obatan Ala Nabi

      Obat Herbal
         Darah tinggi / Hipertensi
         Diabetes / Kencing Manis
         Hepatitis
         Jantung
         Pelangsing / Penurun Berat Badan
         Radang Lambung / Maag
         Stroke
         Tumor & Kanker
         Wasir / Ambeien
         Herbal lain-lain
         Herbal Saluran Kencing
         Herbal Pasutri
         Herbal Khusus Perempuan
      Madu
         Madu balita & anak-anak
         Madu dewasa
      Jintan hitam / habbatus sauda murni
      Obat Tetes
      Sari Kurma
      Jamu Instan
         Jamu Anak-Anak
         Jamu Dewasa

Perawatan & Kecantikan

      Kosmetik Wajah
      Lotion & Body Butter
      Parfum
      Perawatan Bayi
      Sabun
      Lulur
      Garam Mandi / Bath Salt
      Hair Care / Perawatan Rambut
      Massage Oil
      Produk Perawatan Lainya

Pernak Pernik Islami

      Sajadah
      Sarung
      Koleksi Unik
      Alat Bekam

Sajian Halal

      Makanan Halal
 
Daftar belanja Anda kosong.

Silakan memilih produk
yang ingin Anda beli.

Stok produk ini sedang habis. Tidak bisa dibeli. Silakan Kontak CF untuk pemesanan khusus.
Matahari Mengelilingi Bumi - Sebuah Kepastian al-Qur



031 60103503
021 27128714


Kontak via Yahoo!Messenger:


pernikmuslim

pernikmuslim_jkt1

pernikmuslim_jkt2


Home »

Matahari Mengelilingi Bumi - Sebuah Kepastian al-Qur'an dan as-Sunnah serta Bantahan Terhadap Teori Bumi Mengelilingi Matahari

Overview
ID Produk 17
Kategori Buku Islam  
Berat per unit 0.25 kg  
Harga Rp 26.900  
Spesifikasi
 
Ukuran14.5x20.5 
PengarangAhmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf 
Tebal224 hlm 
Cetakan2 
Deskripsi
 
Telah berabad-abad diajarkan di sernua bangku pendidikan, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari sekali dalam setahun, dan bumi juga berotasi sekali dalam sehari semalam yang mengakibatkan seakan-akan matahari bergerak dari timur ke barat setiap harinya.

Apakah ini sebuah kebenaran yang mesti kita yakini ataukah kita selama ini berada dalam sebuah kebohongan ilmiah?

Apakah memang bumi yang mengelilingi matahari? Ataukah malah sebaliknya, bahwa bumi adalah pusat jagat raya sedangkan sernua benda langit termasuk matahari mengelilingi bumi?

Buku yang sekarang ini berada di tangan anda menyingkap kabut tebal yang sudah sekian lama menutupi sinar kebenaran yang terpancar dari al-Qur'an, as-Sunnah, serta ucapan para ulama salaf.

Baca dan renungkanlah, semoga Allah Ta'ala menunjukkan kita kepada jalan yang lurus.
Rp 26.900
Stok produk ini sedang habis. Tidak bisa dibeli. Silakan Kontak CF untuk pemesanan khusus.
 
 

Peduli dengan berbagi:
 google buzz  facebook share

Kata Mereka

"Jilbab telah kami terima dengan Baik Hari ini (pagi), mungkin kemarin sore sampenya…. Bagus sekali, alhamdulilah.... dapat bonus lagi..... Terimakasih "
Retno Widiastuti
Pembeli Jilbab Taaj- Dari Banjarmasin
Lihat Komentar lainnya.


Pelanggan yang membeli produk ini juga membeli..



Komentar produk ini

Akhmad Julian Noor komentar tanggal 2006-08-16

Matahari Mengelilingi Bumi

sami'na wa to'na

Agung Permana komentar tanggal 2006-09-05

Tunggulah kehancuran

Saya sudah baca buku ini. Menurut pendapat saya penulis buku ini terlalu gegabah menafsirkan ayat Qur'an yang bersifat multiinterpretasi, penulis menolak teori heliosentris,revolusi dan rotasi bumi, serta big bang. Qur'an secara eksplisit tidak pernah mengatakan bahwa Matahari mengelilingi bumi. Sebenarnya bahwa bumi mengelilingi matahari adalah sebuah fakta empiris, tak terbantahkan, karena sudah banyak produk teknologi yang didasarkan atas sifat rotasi n revolusi bumi, seperti satelit, gps, dll. Penulis jika benar-benar percaya bahwa matahari mengelilingi bumi seharusnya tidak boleh menggunakan hp, internet, televisi,dll sebagai konsekuensinya.Satu hal lagi, penulis tidak tahu kalau atmosfer ikut berputar bersama bumi, sehingga di membuat asumsi-asumsi yang aneh.Penulis telah melecehkan para geo saintis dan geo engineer muslim dengan buku itu. Penulis menganggap bahwa kami tidak tahu apa-apa tentang bumi.Mengacalah pada para penulis muslim yang memberi pencerahan, semacam Adnan Oktaryang mempunyai tim ahli yang menguasai banyak bidang keilmuan dan bidang agama.Sekali lagi mohonlah berkonsultasi dengan para ahli tafsir, ahli astronomi, ahli geofisika, ahli geodesi, dan ahli geologi, jika anda ingin menulis buku tentang bumi..jika tidak anda tidak akan memberi pencerahan, tetapi malah memberi kegelapan bagi dunia Islam. Tunggulah kehancuran, jika suatu urusan diserahkan kepada seorang yang bukan ahlinya......(maaf kalau terlalu keras)

Arfi komentar tanggal 2006-09-18

adil

akhi Agung Permana, sesungguhnya perhitungan yang didasarkan atas geosentris dan heliosentris keduanya sama. artinya, jikapun kita menganggap saat ini matahari yang mengelilingi bumi, maka perhitungan kalender, satelit, dan teknologi yang lain tetap sama. ini sudah dibuktikan oleh ilmuwan Malaysia. ana lupa namanya

Allahua'lam

Dhani komentar tanggal 2006-10-09

Pembodohan

Buku ini merupakan bentuk pembodohan umat yang paling nyata. Ketiga umat lain telah maju pesat dalam bidang sains, mengirim wahana ke planet lain, mempelajari benda2 angkasa yang tak terbilang jauhnya, mempelajari setiap detil: jarak, posisi, orbit, umur, elemen dan elemen penyusunnya, kini umat islam malahan hendak dibawa kembali ke jaman jahiliyah oleh pengarang buku ini!

Buku ini tidak bermanfaat untuk dibeli, dan akan membodohi dan membuat bingung umat.

Fulan komentar tanggal 2006-12-23

Buktinya banyak yang beli dan banyak yang percaya lhoo.. Kamu aja yang belum mbaca tapi sudah berani ngomong gitu.

Andi Jakarta komentar tanggal 2007-02-08

Bentuk Pembegoan

Penulis harus berhati-hati mentafsirkan AL Qur'an dari sisi Astonomi. Apakah sang penulis juga ahli astronomi?
Kalau iya betapa begonya kita umat islam mau dibegoin oleh orang islam yang mengaku ahli astronomi.
Atau si penulis emang lagi bokek, sehingga harus membuat judul buku yang bombastis sehingga dapat mengeruk keuntungan dari penjualan buku. Jangan-jangan penerbit dan situs ini hanya mengeruk keuntungan dari Pembegoan umat islam ini. Naif sekali situs ini kalau hanya untuk sekedar nyari uang dengan membegokan umat islam. atau mungkin pengelola situs ini juga lagi dikejar2 target sehingga harus menjual buku yang bego ini?????

Reza komentar tanggal 2007-02-09

Kebenaran al-Qur'an dan as-Sunnah

Alhamdulillah, masih ada segelintir ulama yang tegar membela Al-Qur'an dan As-Sunnah seperti Ahmad Sabiq (semoga Allah merahmatinya).Dalil tak akan pernah bertentangan dengan akal. Paling-paling akal yang tidak sampai. Maha Benar Allah Azza wa Jalla, Barangsiapa yang diberi petuntuk maka sekali-kali tidak ada yang menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Juwie' komentar tanggal 2007-02-11

@ atasku

Setujuu....

Dillah komentar tanggal 2007-02-12

akal dan dalil

mam Ibnu Qayyim berkata, "Mempertentangkan antara akal dengan naql
(dalil) merupakan sumber kerusakan di alam semesta. Hal ini sangat
berseberangan dengan dakwah para rasul, sebab mereka mengajak
umatnya untuk mendahulukan wahyu di atas pendapat dan akal, maka
terjadilah pertarungan antara pengikut rasul dan para penentangnya.
Para pengikut rasul mendahulukan wahyu di atas pendapat dan akal.
Adapun pengikut Iblis dan sejawatnya, mendahulukan akal di atas
wahyu." (Mukhtashar Shawa'iq Mursalah 1/209) [6]

Krisna komentar tanggal 2007-02-13

yang paling bener

ingat... ga semua yang lo denger itu bener, yang bener... Wallohu a'lam bishshowab

Fulan bin Fulan komentar tanggal 2007-02-14

Semua itu relatif kalau...

Semua itu relatif kalau hanya menggunakan akal, akan tetapi Al-Quran dan As-Sunnah (Hadist) merupakan kepastian. Kalau menurut akal bahwa bumi yang mengelilingi matahari, maka itu adalah suatu pandangan relatif ketika kita melihat bahwa matahari tetap pada tempatnya, sedangkan kalau disebutkan matahari yang mengelilingi bumi, maka berarti bumi tetap pada tempatnya, matahari berevolosi terhadap bumi sambil berotasi, begitu juga benda-benda langit lainnya.
Secara akal kita tidak bisa melihat benda langit mana yang diam pada tempatnya dan menjadi pusat revolosi benda-benda langit lainnya (ingat teori bahwa semua benda langit itu bergerak dan berevolosi pada jalurnya masing-masing?), semuanya menjadi sekedar relatif. Kalau sekarang ada yang mengangkat dalil-dalil dari Al-Quran dan Hadits yang menjelaskan bahwa benda langit yang menjadi pusat revolusi benda-benda langit lainnya, apakah kita dengan semena-mena menolaknya karena bertentangan dengan anggapan kita selama ini ? Bukankah hidup akan menjadi sangat sederhana seandainya kita mau menyimak ayat-ayat Al-Quran dan penjelasan-penjelasan Hadist (yang shohih) dan menerimanya kemudian mengamalkannya ?

Joko Nugroho komentar tanggal 2007-02-22

Cari yang selamat

Secara akal saja deh, lebih selamat kita mengatakan "MATAHARI MENGELILINGI BUMI". Perkataan ini tidak akan bertentangan dengan nash alqur'an, hadits, ijma shahabat manapun. Terlebih lagi, perkataan ini akan mencocoki penafsiran ahli tafsir semisal Syaikh Utsaimin dll. Kita juga tidak akan terkena tuduhan mempertentangkan akal dengan dalil/nash. Jika kita berpendapat sebaliknya, bagaimana jika di akhirat nanti ALLah menggolongkan kita termasuk orang yang mendahulukan akal daripada dalil, atau orang yang menolak dalil dengan hawa nafsu, naudzu billah. Bukankah setiap muslim ingin selamat di akhirat? coba pikir, pilih pendapat mana yang lebih bisa menyelamatkan kita di hadapan ALLah?

Abdurrahman komentar tanggal 2007-02-26

barakllahufiik

ana dah baca bukuna .subhanallah cukup bagus...jadi jawaban atas semua pertanyaan
selama ini .semoga teori heliosentris hancur bak teori evolusi sekarang....
karena pencetusnya adalah kafirun yang disesatkan oleh Allah tabaraka wa ta'ala.........................


Syindhi komentar tanggal 2007-03-06

tidak benar

menurut saya itu tidak benar.

Hi komentar tanggal 2007-03-09

udah ikutin yang bener aja


Haris djauhari komentar tanggal 2007-04-15

relatifnya penafsiran

dari apa yang dinyatakan oleh Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf adalah menunjukkan betapa sistematika metode penafsiran ulama kita ternyata tidak sepenuhnya menghasilkan kebenaran.karena itu bahayanya jika seseorang terlanjur taqlid untuk selalu mempercayai dan mengikuti fatwa yang berasal dari madzab tertentu.kita sebagai umat masih diberi hak prerogatif untuk menentukan segala kerancuan penafsiran itu dengan keyakinan kita yang tentunya juga berasal dari pengetahuan dan dalil aqli/naqlinya dari barbagai sumber rujukan yang terkait dengan masalah yang ada.jadi kita tentunya akan lebih bijaksana ketika dihadapkan pada hal-hal seperti buku tsb.apa karena penulisnya adalah seorang ulama, atau merujuk pada pendapat ulama yang diikutinya,menjadikan kita langsung percaya?atau karena kita sedang ngaji pada satu madzab yang sama dengan penulis buku tsb,kita langsung sami'na wa atho'na?keberagamaan yang seperti inilah yang patut dipertanyakan.hal yang terbaik adalah menyadari bahwa semua itu hanyalah upaya manusia untuk menafsirkan thdp ayat-ayat Allah SWT,yang kebenarannya masih sangat relatif tergantung pada metode penafsiran yang dipakai.dan adalah tidak mungkin bagi manusia untuk mampu mengartikan 100% sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh Allah SWT,kecuali AllahSWT sendiri,dan rosul2Nya.Wa innaka alimul hakiim..


Abu Usamah komentar tanggal 2007-04-16

susah yah...

Alhamdulillah, semoga Alloh senantiasa menjaga para ulama yang menjaga Quran dan Sunnah sebagaimana pemahaman para shohabat. Memang susah..membuka hati orang yang silau kepada peradaban barat. Yang dari tk sampai kuliah sudah dijejali dengan hal-hal yang jauh dari Quran dan Sunnah. Semoga yang belum menerima mendapat hidayah dari Alloh sehingga berkenan lebih mendekatkan diri kepada Alloh dengan memperdalam ilmu dari Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman yang benar. Tidak mengikuti orang yang berbekal pendidikan agama seminggu 2 jam di sekolah saja. Afwan kalo ada khilaf.

Akhsan komentar tanggal 2007-04-22

Bingung

Dari komentar akhwan sekalian mengindikasikan(walaupun saya belum memiliki bukunya) bahwa buku tsb lebih cenderung kepada perdebatan ketimbang mengambil manfaat ilmunya. Jangan2 the website creator mengambil keuntungan ganda yaitu pertama: dari oplagh penjualan buku yang notabene belum teruji isi cetakannya dan kedua dari jumlah orang yang masuk ke website ini.

Darwanto komentar tanggal 2007-04-22

Kemampuan kita yang sangat terbatas

Bumi mengelilingi matahari ataukah matahari mengelilingi bumi? Telor dari ayam ataukah ayam dari telor? kemampuan kita yang terbatas ini sebaiknya tunggu hingga ada bukti yang lebih nyata, agar sesama muslim tidak saling menghujat. Maksudnya baik dengan menyampaikan kebenaran menurut keyakinan diri agar dapat pahala, namun malah berdosa karena menghujad sesama saudara. Semoga Alloh SWT mengampuni kita semua. Amin.

Adetya komentar tanggal 2007-05-15

siapa kita

yasin(77) Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!

dulu orang pergi ke bulan dianggap fakta yg tak terbantahkan namun skrng banyk ahli yg membntahnya. orang prgi ke planet lain aja gak prnh aplagi bikin kepastian tntang bmi klilingi matahari. teori atom slit bnyk asumsi, rahasia sel msih diteliti, virus HIV blm ada kpastian lalu bgmn dg bumi kelilingi matahari. mari kita berfikir.

Dhani komentar tanggal 2007-05-16

pertanyaan

Untuk yg beranggapan Matahari yg mengelilingi bumi, ini ada sedikit pertanyaan:

- kalau benar matahari yang mengelilingi bumi, kenapa bumi bisa berotasi?
- kalau benar bumi tidak berotasi, maka bagaimana caranya satelit bisa mengorbit?
- apabila satelit tidak bisa mengorbit, bagaimana anda bisa membaca pesan saya ini? ;)

Fii komentar tanggal 2007-05-18

@dhani

Sudah dijawab di bukunya. Bumi tidak berotasi. Tapi langit yang mengitari Bumi. Allahua'lam.

Dhani komentar tanggal 2007-05-19

rotasi

@fii: ya, betul, sudah dijawab di bukunya. Tapi yang saya tanyakan, kalau bumi tidak berotasi, satelit komunikasi tidak akan bisa berfungsi, dan tanpa satelit komunikasi, anda tidak bisa mengakses web ini, atau membaca komentar saya ini. :)

Fii komentar tanggal 2007-05-20

@dhani

Satelit ada di langit. dan langit beserta seluruh alam semesta mengelilingi Bumi. Mudah-mudahan Allah memberi hidayah pada orang yang ngotot mendahulukan akal di atas dalil seperti ente. Jangan sampai kita jadi seperti orang-orang Yahudi yang laknat gara-gara suka mempertanyakan ayat-ayat Allah dengan keterbatasan IQ kita yang paling-paling dibawah 140. :/

Dhani komentar tanggal 2007-05-21

@fii

Akhi, saya bicara ttg fenomena sebab akibat. Kenapa kalau kita sudah melihat akibatnya, tapi masih menolak sebabnya? Satelit komunikasi mengitari bumi dengan periode sama dengan periode rotasi bumi. Karena itu, dia selalu berada pada posisi yg tetap, menggantung pada satu titik di atas garis khatulistiwa. Ini gampang saja dibuktikan, kalau anda melihat antena parabola yg dipakai utk menangkap sinyal satelit, piringannya selalu mengarah ke atas pada posisi yang tetap sepanjang waktu. Kalau bumi tidak berotasi, niscaya satelit akan jatuh seperti batu dari kedudukannya ke permukaan bumi.

Seandainya matahari betul2 mengelilingi bumi, dan bumi sama sekali tidak berotasi, anda tidak akan bisa mengakses web ini, anda tidak bisa berbicara lewat telepon, tidak bisa menyaksikan siaran televisi lewat satelit, dan sebagainya. Ingat bahwa para perancang satelit telah memperhitungkan dengan teliti, baik posisi maupun ketinggian orbit satelit agar dapat berfungsi dg baik, dg memperhitungkan rotasi dan revolusi bumi. Seandainya bumi diam di tempatnya dan matahari yg mengelilingi bumi, niscaya semua perhitungan itu akan meleset.



Abi komentar tanggal 2007-05-22

ngerti nggak sih?

yang dimaksud itu BUKAN cuma matahari yang mengelilingi bumi. TAPI SELURUH alam semesta. bumi adalah PUSAT alam semesta.

jadi yang disebutkan itu maksudnya adalah, SEMUA benda yang ada dilangit (luar angkasa) itu bergerak mengelilingi bumi. termasuk langit (luar angkasa) itu sendiri. trus, satelit? ya ngikut lah dengan langit. langit mengelilingi bumi, dan satelit (yang ada di langit) ikut.

begitu. :) coba digunakan iman untuk memahami ketetapan ulama. jangan hanya menggunakan otak manusia yang terbatas :)

semoga menjadikan pelajaran untuk kita semua

Yusuf komentar tanggal 2007-05-24

jangan gegabah

tuk ikhwah fillah sekalian yang berfikiran jernih dan tidak mengan dalkan emosi, insya Allah dapat menyikapi perdebatan seperti ini. yaitu mengembalikan nya kepada Al-qur'an dan As-Sunnah yang shahih .

Sufehmi komentar tanggal 2007-06-23

Isi buku: penafsiran yang keliru total

Saya sudah membeli buku ini, dan isinya membuktikan bahwa :

1. TIDAK ADA ayat Quran atau Hadits yang menyatakan bahwa matahari mengelilingi bumi.

2. Namun, penulis tetap ngotot berkesimpulan bahwa matahari mengelilingi bumi, dengan melakukan PENAFSIRAN yang keliru terhadap berbagai ayat & hadits.

Detail lebih lengkap bisa dibaca misalnya disini: http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188

Semoga menjelaskan.

Abi komentar tanggal 2007-06-23

gak bisa dibuka

komentar dari pak Harry janggal. penulis membawakan fatwa dan komentar para ulama tentang matahari mengelilingi bumi. namun dia hanya menyebutkan bahwa penulis NGOTOT menafsirkan :)

sepanjang pengetahuan saya, ini namanya Harry Sufehmi yang ngotot bahwa penulis menafsirkan sendiri. padahal penulis hanyalah mengambil dari warisan Rasulullah dan ulama.

selain itu linknya gak bisa dibuka :p

Allahua'lam

Azhar wafa komentar tanggal 2007-06-24

di kampus saya baru saja diadakan bedah buku ini dg menghadirkan penulis dan dosen fisika.menurut pemahaman saya smpe detik ini,kita tidak boleh mengingkari isi dalam al Quran.meskipun tafsiran yg dikemukakan sang penulis memang masih dianggap terlalu gegabah,namun harus dipahami pula(saya juga orang science)bahwa ilmu alam itu akan senantiasa berkembang.sangat mungkin bahwa kebenaran yg diyakini dimasa ini akan terbantahkan oleh argumen yg lebih kuat dimasa yg akan datang,dan sebaliknya.bukankah teorema2 yg mjd sandaran saat ini awalnya juga dibangun diatas dugaan2(hipotesa)??saya juga masih meyakinii pendapat bhw bumi-lah yg mengelilingi mth,namun ketika memang tidak sependapat dg penulis,jangan terlalu keraslah..toh yg nulis buku ini juga pake ilmu(dari sisi syariah),kalo pun pendapat beliau salah,setidaknya bantahlah dengan cara yg lebih baik,karena kita diajarkan untuk menghormati ulama..karena merekalah pewaris para nabi..dan berhati2lah dalam memvonis ulama'!!!

Azhar wafa komentar tanggal 2007-06-24

jangan gampang memvonis ulama to...

di kampus saya baru saja diadakan bedah buku ini dg menghadirkan penulis dan dosen fisika.menurut pemahaman saya smpe detik ini,kita tidak boleh mengingkari isi dalam al Quran.meskipun tafsiran yg dikemukakan sang penulis memang masih dianggap terlalu gegabah,namun harus dipahami pula(saya juga orang science)bahwa ilmu alam itu akan senantiasa berkembang.sangat mungkin bahwa kebenaran yg diyakini dimasa ini akan terbantahkan oleh argumen yg lebih kuat dimasa yg akan datang,dan sebaliknya.bukankah teorema2 yg mjd sandaran saat ini awalnya juga dibangun diatas dugaan2(hipotesa)??saya juga masih meyakinii pendapat bhw bumi-lah yg mengelilingi mth,namun ketika memang tidak sependapat dg penulis,jangan terlalu keraslah..toh yg nulis buku ini juga pake ilmu(dari sisi syariah),kalo pun pendapat beliau salah,setidaknya bantahlah dengan cara yg lebih baik,karena kita diajarkan untuk menghormati ulama..karena merekalah pewaris para nabi..dan berhati2lah dalam memvonis ulama'!!!

Azhar wafa komentar tanggal 2007-06-24

utk pak sufehmi...nih ayatnya....

Menurut al-Qur'an dan as-Sunnah, yang benar matahari mengelilingi bumi ataukah sebaliknya? Jazakallahu khairan

Untuk menjawab pertanyaan ini, kami nukilkan fatwa Syaikh al-Utsamin mengenai permasalahan tersebut, serta petunjuk Syaikh mengenai pelajaran geografi yang mengajarkan bahwa malam dan siang adalah akibat peredaran bumi mengelilingi matahari.
Syaikh al-Utsaimin berkata,
Kesimpulan pendapat kami mengenai rotasi bumi adalah bahwa dia termasuk perkara yang tidak ditetapkan atau ditolak oleh al-Qur'an dan as-Sunnah. Yang demikian karena firman Allah I dalam surat Luqman ayat 10 yang dijadikan dalil adanya rotasi bumi, tidak menjelaskan secara nyata tentang hal tersebut.
“Dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu.” (QS. Luqman:10)
Sekalipun sebagian orang berdalil dengan ayat ini, (beralasan) bahwa ungkapan “supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu” menunjukkan bahwa bumi bergerak. Seandainya bukan karena gunung tentu apa saja yang ada dipermukaannya telah berguncang (menurut pendapat mereka).
Mengenai firman Allah I,
“Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap.” (QS. al-Mu'min:64)
Juga tidak meniadakan rotasi bumi secara jelas. Karena kestabilan permukaan bumi akibat adanya gunung-gunung telah menjadikannya (seolah-olah) tidak bergerak sekalipun berrotasi.
Sedangkan pendapat kami seputar revolusi bumi, kami berpegang dengan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah yang menunjukkan bahwa matahari mengelillingi bumi yang berakibat pada adanya malam dan siang; sampai ada dalil pasti yang dapat dijadikan hujjah untuk memalingkan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah kepada pendapat bahwa bumi mengelilingi matahari, dan hal itu belum ada.
Yang wajib bagi seorang mukmin dalam perkara ini dan selainnya adalah berpegang dengan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah.
Di antara dalil yang menunjukkan bahwa matahari mengelilingi bumi sehingga berakibat pada adanya malam dan siang adalah firman Allah I,
“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri.” (QS. al-Kahfi:17)
Ada empat gerakan yang disandarkan kepada matahari. Terbit, condong, terbenam, dan menjauh.
Seandainya malam dan siang adalah dampak dari peredaran bumi terhadap matahari tentu firman-Nya menjadi, “Dan kamu melihat matahari jika nampak permukaan bumi olehnya dia condong ke gua mereka” atau (ungkapan) lainnya.
Dan telah sah bahwa Nabi r berkata kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam. “Apakah engkau tahu kemana dia pergi?” Abu Dzar menjawab, “Allah dan rasulnya lebih mengetahui.” Nabi berkata, “Sesungguhnya dia pergi bersujud dibawah Arsy dan meminta izin lalu diizinkan. Dan dia meminta izin dan tidak diizinkan. Kemudian dikatakan, kembalilah ketempat kamu muncul dan terbenamlah dari arah baratnya.”
Dalam riwayat ini dijelaskan adanya (gerakan) pergi, kembali, dan terbit. Hal ini menunjukkan bahwa malam dan siang terjadi akibat peredaran matahari mengelilingi bumi.
Mengenai apa yang dikatakan ahli falaq sekarang ini (bahwa bumi mengelilingi matahari), keterangannya belum mengantarkan kami sampai tingkat yakin, sehingga tidak dapat menolak dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah nabi kami.
Kami sampaikan bagi pengajar pelajaran geografi, jelaskan kepada para murid bahwa dzahir al-Qur'an al-Karim dan as-Sunnah menjelaskan bahwa malam dan siang terjadi akibat dari peredaran matahari terhadap bumi, bukan sebaliknya.
Jika para murid bertanya, mana yang harus kami ambil, apakah dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah atau apa yang mereka (ahli falaq) anggap nyata bahwa (bumi mengitari matahari)?
Jawabnya, kita mengambil dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah, karena al-Qur'an adalah Kalamullah I (ucapan Allah) yang telah menciptakan segala sesuatu, alam beserta segala isinya dan keadaanya, geraknya, dan diamnya. Firman-Nya adalah sebenar-benar perkataan dan paling jelas. Dia menurunkan al-Qur'an sebagai penjelas segala sesuatu. Allah mengabarkan bahwa Dia menjelaskannya kepada hamba agar mereka tidak tersesat. Sedangkan as-Sunnah, ia adalah ucapan utusan Tuhan semesta alam. Makhluk yang paling tahu dengan hukum-hukum dan perbuatan Tuhan-Nya. Tidaklah berbicara tentang hal ini melainkan dengan wahyu dari Allah U, karena tidak ada jalan untuk mengetahuinya melainkan dengan wahyu.
Pandangan saya –wallahu a’lam-- akan datang satu masa dimana para ahli falaq abad bekangan akan saling berbantahan sebagaimana mereka berbantahan mengenai pendapat Darwin seputar asal usul manusia.
[Majmu Fatawa Wa Rasail Fadilatusy Syaikh Muhammad Bin Shalih al-Utsaimin I/70-72] ------------------>>>>>>>>>>tulisan diatas adalah tulisan Syaikh Utsaimin atas pertanyaan apakah matahari mengelilingi bumi..--------->>>>masih berhubungan dengan komentar saya sebelumnya,yg mengucapkan pendapat yg saya tulis diatas adalah seorang ulama dari saudi..sudah saatnya bagi kita utk menhormati ulama...meski secara ilmiah pendapat bahwa matahari mengelilingi bumi belum terbukti..sabar to...insya Allah kebenaran itu akan terbukti..kita tinggal menunggu waktunya aja..OK?!

Somedude komentar tanggal 2007-08-26

lha wong udah nyata terbukti bumi mengelilingi matahari kok masih di bilang teori ... ini fakta bukan teori.

Bumi pusat jagat raya? idiot! Bukti bahwa penulisnya nggak ngerti Fisika & Astronomi.

bumi itu massanya kecil, benda yg massanya kecil gaya gravitasinya kecil juga. Nggak mungkin bumi bisa "mengikat" matahari yang massanya jauh lebih besar. Apalagi jagat raya.

Coba pikir juga, kalau bumi jadi pusat jagat raya maka pasti gaya gravitasinya luarrr biasa besar. Jika itu benar, maka pesawat nggak akan bisa terbang, satelit nggak bakal bisa diluncurkan, burung nggak bisa terbang, awan nggak ada diatas, cahaya nggak akan ada. Buktinya, "mengikat" pesawat aja nggak mampu, kok mengikat jagat raya.

Tapi ya itu kalo Anda ngerti apa itu gaya gravitasi. Boleh saja Anda bilang Fisika itu teori, nyatanya dengan ilmu fisika termasuk teori gravitasi, manusia bisa ke bulan, bisa bikin pesawat terbang, pesawat ulang alik, satelit.

Teori bumi mengelilingi matahari akan terbantah? Ya, mungkin, nanti waktu hari kiamat. Sampai saat itu tiba, bumi mengelilingi matahari adalah kenyataan, bukan teori.

Kita tidak boleh menuhankan akal, tapi kita juga nggak bisa menginjak-injak akal, apalagi sudah ada sesuatu yang sudah nyata. Wong bukti sudah ada kok masih dibilang teori.

Saran saya, jangan menulis buku tentang bidang apapun yang bukan kompetensi Anda. Memalukan.

Salam.

Indra-EMC komentar tanggal 2007-08-30

Tidak Mungkin

benar juga kata somedude, juga ama yang laen yang udah menolak geosentris.

yang salah sebenarnya bukan Ayatnya maupun Sunnahnya, tetapi orang yang Menafsirkannya, banyak kejanggalan pada buku tersebut, contohnya bumi tidak berotasi, tetapi alangit berotasi ???

kalau memang begitu, internet, telefon, dll NGAK PERNAH DITEMUKAN

betul....

Geosentrismania komentar tanggal 2007-09-03

Tidak semua salafy berpaham Geosentris

Contohnya:


http://faidzin.wordpress.com/2007/05/15/benarkan-bumi-ber-rotasi-dan-ber-revolusi/

Beliau termasuk salafy cerdas, yang barangkali satu-satunya salafy yang berani berbeda dengan penganut paham geosentris yang sudah usang, tidak mendidik umat, tidak bermanfaat.


Antiheliosentris komentar tanggal 2007-09-03

Tidak layak dibeli

Tidak layak dibeli, hanya berpotensi membuat umat jadi bodoh aja.

Budie komentar tanggal 2007-09-06

berpeganglah pada AL QUR'AN dan HADIST RASULULLAH SAW da tanyalah pada yang ahli.

Budie komentar tanggal 2007-09-06

td ditujukan bagi pembuat buku ini jadi jangan sembarangan membuat buku kaya gini,lebih baek ga usah di buat.oke!!!!

Budie komentar tanggal 2007-09-06

td ditujukan bagi pembuat buku ini jadi jangan sembarangan membuat buku kaya gini,lebih baek ga usah di buat.oke!!!!

Oza komentar tanggal 2007-09-13

heliosentris ditolak karena pencetusnya orang kafir? maaf agak lupa, tapi copernicus sendiri bisa dibilang "terinspirasi" oleh ilmuwan muslim yang hidup 1-2 abad sebelumnya. sadar gak siapa yang memopulerkan toeri geosentris? plato! apakah dia muslim? tidak!

seandainya anda menolak heliosentris karena kekafiran pencetusnya, kok anda make internet? militer kafir amerika lho yang ngbuat dan ngembanginnya.

Abi komentar tanggal 2007-09-18

Silahkan dibaca

silahkan dibaca sendiri bukunya bagi yang tidak percaya. sesungguhnya sikap kalian persis dengan sikap kaum kafir yang menolak percaya bahwa Rasulullah melakukan isra' mi'raj (perjalanan yang sangat jauh dalam 1 malam saja) hanya karena hal itu 'tidak masuk akal' sadarlah bahwa Allah itu mampu membuat yang tidak masuk akal terjadi.

silahkan mencerca buku ini, penulisnya, serta ulama ulama yang mendukungnya. sesungguhnya Allah akan memberi imbalan yang setimpal pada setiap amalan kita. di dunia dan di akhirat kelak.

pembuktiannya hanya akan ada nanti. saat kita menghadap Allah.

Ramadhan komentar tanggal 2007-10-23

Tetap INGKAR terhadap buku itu

DEMI ALLAH SWT YANG MAHAKUASA ATAS SEGALA SESUATU.

Ramadhan komentar tanggal 2007-10-23

Ingkari saja buku tersebut !

RALAT:
Demi ALLAH yang mahakuasa.

saya masih yakin akan BUMI MENGELILINGI MATAHARI dan BUMI BUKAN PUSAT ALAM SEMSETA. sebelum ada MUKZIZAT dari ALLAH SWT yang membuktikan kalau geosentris itu benar.

saya juga seorang MUSLI, tetapi ketahuilah bahwa teori GEOSENTRIS itu berasal dari GEREJA VATIKAN, dan bukan berasal dari ummat ISLAM. bukannya saya anti kristn, tetapi justeru HELIOSENTRIS berasal dari ilmuwan-ilmuwan ISLAM


Wallahuala bisshowab

Syamsul kamri komentar tanggal 2007-11-11

matahari mengelilingi bumi

Bismillah, setelah membaca buku ini, Alhamdulillah saya menjadi pendukung bahwa Matahari yang mengelilingi bumi, kenapda? Perhatikanlah wahai saudaraku, bagaimana perubahan fase bulan yang awalnya berupa bulan sabit kemudian menjadi purnama lalu menjadi bulan sabit kembali dengan periode waktu 1 bln. Perhatikan..Kita bersepakat bahwa bulan mengelilingi bumi. Seandainya bumi berputar pada porosnya, sementara bulan mengitari bumi, maka proses perubahan fase itu tidak mungkin terjadi. Dilain pihak, bukankah bumi bulan dan matahari berada dalam posisi garis lurus hanya terjadi 2 x dalam sebulan, yaitu pada bulan gelap dan bulan purnama? dengan konsep "bumi berputar pada porosnya selama 24 jam, dan matahari yang diam, maka akan terjadi posisi matahari, bulan dan bumi akan terjadi setiap hari, dan ini tidak mungkin terjadi berdasarkan kenyataan. sayang ruangan ini tdk cukup untuk menjelaskan, bagi yang tertarik bisa diskusi (085219852089, syamul Kamri, IPB Bogor)

Syamsul Kamri komentar tanggal 2007-11-11

mthr kll bumi

Tambahan komentar.. Wahai saudaraku... semua satelit yang di luncurkan...semua menglilingi bumi, Perkataan "satelit mengorbit bumi" artinya garis lintasannya berupa lingkaran yang mengitari bumi, Jadi kalau ada yang mengatakan tidak usah beli HP dan lain-lain...itu bentuk ketiak mengertian dalam masalah ini, Saya tanya, satelit yang mengorbit bumi itu mengelilingi bumi atau matahari?, justru karena mengelilingi bumi, maka komunikasi menjadi lancar....

Syamsul Kamri komentar tanggal 2007-11-11

Mthr kll bumi

Maaf, saya menantang kepada para ahli astronomi yang berpendapat bahwa bumi yang berotasi selama 24 jam dan matahari diam....
Bisakah saudara menjaelaskan bagaimana terjadinya perubahan fase bulan dari bulan sabit menjadi bulan sabit kembabali...? Peristiwa perubahan fase itu hanya bisa terjadi jika matahari dan bulan yang mengelilingi bumi, dan bumi diam dan tidak berotasi....Bukankan bulan mengelilingi bumi selama 23 jam 50 mnt, terlambat 10-11 menit setiap hari...Inilah yang menyebabkan HANYA terjadi masa Ijtima (Bumi-bulan-Mthr dalam 1 garis lurus) hanya terjadi 2 x sebulan..Bukankah memang demikian kenyataannya? Sebaliknya pendapat yang mengatakan bahwa bumi yang berotasi selama 24 jam dan matahari yang diam, maka posisi ijtima akan terjadi 1 kali dalam sehari, dan ini tidak sesuai kenyaataan, karena kenyataannya bulan juga mengitari bumi...Jadi Konsep matahari mengelilingi bumi, meupakan konsep yan kacau, bagai yang mngerti bagaimana terjadinya perubahan fase bulan....

Syamsul kamri komentar tanggal 2007-11-11

matahari mengelilingi bumi

Sudah sangat jelas dalam Al Quran (baca di buku tersebut), bahwa Matahari bergerak dan memiliki lintasan serta mengorbit (artinya lintasannya berupa lingkaran)...Memang Al Quran tidak secara eksplisit menyatakan mthr yang mengelilingi bumi, tetapi dengan kenyataan bahwa matahari itu bergerak melingkar karena memiliki garis edar (QS Yasin dan lainnya) dilain pihak kita lihat sehari-hari matahari itu terbit, bergerak, terbenam membentuk siklus...maka sdh pasti bahwa gerakan melingkar mthri (garis edar mthri) pasti mengelilingi bumi, kalau tidak ...perhatikan wahai saudarakau....Jadi matahari mengeliling apa...kalau bukan bumi....? apakah mengelilingi planet lain ....Mana akal sehat kita....?

Juwie komentar tanggal 2007-11-16

maksudnnya

Atasku said: 'Jadi Konsep matahari mengelilingi bumi, meupakan konsep yan kacau, bagai yang mngerti bagaimana terjadinya perubahan fase bulan....'

mungkin maksudnya 'bumi mengelilingi matahari' yang konsepnya kacau. atau ane yang telmi ya? .. ~_~"

Mardhiah komentar tanggal 2007-11-24

itu menakjubkan

ana sudah baca buku ini,dan ana sependapat dengan penulis.Inilah kebenaran Allah yang telah ditolak oleh kebanyakan orang.Karena apa yang telah disebutkan penulis sesuai dengan Al-Quran dan sunnah dan memang sesuai dengan akal yang sehat.Orang yang menerima teori ini adalah orang yang benar2 berakal sehat.Bagi penulis tetaplah tegar menghadapi kontra yg ada ,jazakallah khairan.

T2h Laras komentar tanggal 2007-11-30

Saya mau bukti bukan janji

Ass. Wr.Wb.
Emang dari segi judul buku ini suangggaaat bombastis. Saya sudah lihat isinya, belum baca sampai selesai sih. Tahu kenapa? Karena bagi saya buku ini hanya menyajikan pendapat, tanpa disertai fakta-fakta ilmiah. Apa Dunia ini akan percaya hanya dengan semata opini seseorang? Tidak! Dunia sains tidak akan begitu saja menerima suatu teori tanpa adanya bukti. Buktikan, secara ilmiah juga, agar bisa diterima secara ilmiah. Lakukan penelitian secara astronomis. Beri kami bukti. Lalu silakan terbitkan buku lagi.

Abi komentar tanggal 2007-12-01

@atasku

bukti ilmiah? silahkan langsung saja baca komentar pak Samsul Kamri

Hamba Allah komentar tanggal 2007-12-09

apa y...

bukannya teori Geosentris dulu dicetuskan oleh ilmuawan kafir? Bahkan teori ini menjadi salah satu inti ajaran di Gereja pada periode itu. Saat itu, siapapun yang tidak setuju dianggap melawan Gereja dan berdosa, termasuk Galileo (yang NB: dia nasrani). Trus, apakah kita akan kembali menegakkan hujjah si Gereja?
Gk Kan????

Arif komentar tanggal 2007-12-15

Al-Qur'an adalah kitab suci, bukan kitab astronomi .....

Abi komentar tanggal 2008-02-29 01:42:02

@arif

begitu pula yang dikatakan oleh orang orang jaman dahulu mengenai al-Quran yang membahas tentang penciptaan manusia di dalam rahim.

"Quran bukan kitab kedokteran"

tapi kenyataannya, Quran adalah kebenaran. Sehingga entah itu astronomi, kedokteran, atau yang lainnya, selama terdapat dalam al-Quran, maka itu adalah kebenaran yang mutlak

Vikar komentar tanggal 2008-03-24 10:36:24

Menurut yang saya pelajari selama ini sebagai pengagum duni fisika bumilah yang mengitari matahari, ini tentu saja terjadi karena gaya gravitasi matahari lebih besar dari bumi dan berbagai benda di tata suryanya. matahari (beserta tata suryanya)juga bergerak, tp bukan ngelilingi bumi melainkan sebuah pusat di galaksi Bimasakti, nah galaksi bimasakti dan galaksi-galaksi lainnya itu bergerak menjauh dari pusat alam semesta yang tidak lain adalah awal muasal dari bigbang. Inilah kenyataannya dan telah dikonfirmasikan melalui berbagai penelitian seperti ditemukannya radiasi bekas big bang atau mengembangnya alam semesta. dengan memepercayai (kembali) bahwa matahari mengelilingi bumi maka akan menjungkirbalikan seluruh perhitungan para ilmuwan dan logika akal.
Allah SWT tentu saja bisa melakukan berbagai hal yang diluar akal kita, namun kenapa dia perlu membuat umat manusia bingung dengan membuat matahari mengelilingi bumi yang melawan berbagai penelitian empiris.
Apabila ada tulisan di Al quran yang mengatakan bahwa matahari terbit dan tenggelam tentu saja tidak segera membuktikan bahwa matahari mengitari bumi, hingga kini secara kebahasaab kita sering berkata seperti itu namun bukan berarti matahari bergerak mengitari bumi. Menurut saya bumi (seperti benda langit lain) juga pasti berotasi, kalau tidak tidak mungkin bumi dan lainnya berbentuk bulat seperti ini.

Zahirah komentar tanggal 2008-03-27 08:09:07

Jika dipikirkan dengan akal bumi dikelilingi matahari memang tidak mungkin,tapi Allah Ta'ala yang menciptakan alam semesta beserta isinya...yang tidak mungkin terjadi pun bisa terjadi...Dialah yang Maha Berkehendak...lihatlah dengan kacamata iman bukan dengan logika...think smart OK!!

Harris komentar tanggal 2008-03-28 14:44:54

Komentar saya :
Buku ini buku yang dibuat oleh orang Bodoh!!
hanya orang yang tidak berpendidikan yang percaya isi buku ini.


Romero komentar tanggal 2008-03-28 14:46:06

Hmm, manusia diciptakan Allah untuk berpikir! So, ga mungkin Allah bikin yg susah2 dipikirin oleh manusia kecuali mukjizat. Saya sudah cari di Al-Qur'an klo matahari dan bulan beredar pada orbitnya. Bulan sudah tentu, tp matahari saya kurang tahu! Tapi menurut pemikiran saya (jgn terlalu direnungkan), bahwa yg dimaksud matahari beredar pada orbitnya itu bahwa matahari beredar pada pusat jagad raya atau apalah seperti planet2 dlm teori heliosentris yg mengelilingi matahari atau seperti bulan yg mengelilingi matahari karena di bumi ini ga cuma ada satu galaksi tp buuuuuuuuuuuuuaaaannyyyyaaaaakkkk!!! Berhubung matahari itu pusat tata surya sedang tata surya itu berevosuli terhadap pusat galaksi dan galaksi berevolusi terhadap protogalaksi. So, pendapat saya klo yg dimaksud matahari mengelilingi orbitnya pada Al-Qur'an itu adalah matahari sebagai pusat tata surya mengelilingi pusat galaksi seperti planet-planet mengelilingi matahari. Dan juga, di Al-Qur'an tidak ada ayat yg mengatakan matahari mengelilingi bumi yg ada matahari mengelilingi orbitnya. Allah itu menciptakan sesuatu untuk membuat umatnya berpikir bukan untuk langsung nrima tanpa usaha & itu namanya bukan orang yg berpikir yaitu orang yg tidak disukai Allah. Eh oiya, ternyata klo Sains dan Agama itu menyatu lho kecuali sebagian mukjizat seperti Musa membelah laut. Walaupun benar, sains tidak dapat membuktikannya dan bukti hanya pada Qalam!.

Romero komentar tanggal 2008-03-28 15:12:06

The Sun orbits the center of the Milky Way galaxy at a distance of approximately 26,000 light-years from
Inggris:
the galactic center, completing one revolution in about 225–250 million years. Its approximate orbital speed is 220 kilometers per second, plus or minus 20 km/s. This is equivalent to about one light-year every 1,400 years, and about one AU every 8 days. These measurements of galactic distance and speed are as accurate as we can get given our current knowledge, but will change as we learn more.
Indo:
Matahari mengorbit pusat galaksi Bima Sakti dengan jarak rata-rata 26.000 tahun cahaya dari pusat galaktik, dan menyelesaikan satu revolusi dalam sekitar 225-250 juta tahun. Kecepatan orbital rata-ratanya adalah 220 kilometer per detik, atau kurang lebih sekitar 20 km/s yang merupakan ekuivalen dari sekitar satu tahun cahaya setiap 1.4000 tahun, dan sekitar satu AU setiap 8 hari. Pengukuran jarak dan kecepatan tersebut seakurat kita mendapatkan pengetahuan terbaru, namun akan berubah ketika kita mengetahui lebih jauh.

Mungkin yg dimaksud ayat Al-Qur'an seperti pada kutipan dari artikel Wikipedia Inggris di atas. Terjemahan boleh dicek. Tapi saya lebih percaya bumi mengelilingi matahari daripada sebaliknya dan saya percaya pada ayat Al-Qur'an klo matahari sebenarnya mengorbit. Dan orbot itu adalah pusat galaksi bukan bumi! Dan klo tetep ngotot bumi sbg pusat, silahkan kembali ke berarti bukan umat yg berpikir! Dan btw, hadits tidak semua sahih! Dan juga AL-QUR'AN TIDAK MUNGKIN BERTENTANGAN DENGAN ILMU KECUALI MUKJIZAT!! Klo Al-Qur'an bertentangan dengan ilmu ngapain Qur'an membahas tentang ilmu!!!??!!! Bukannya percuma saja!!!

Yuyun komentar tanggal 2008-04-04 02:38:01

Lama lama akan hadir juga kaum muslim ideot yang mengatakan bahwa bumi itu datar bukannya bulat. Karena di alquran tidak ada ayat yang menggambarkan bahwa bumi itu bulat, justru penggambarannya datar. Lihat kata-kata dihamparkan. Ini pernah diutarakan oleh para ulama sekitar tahun 1950-an.

Yuyun komentar tanggal 2008-04-04 02:41:51

Lama lama akan hadir juga kaum muslim ideot yang mengatakan bahwa bumi itu datar bukannya bulat. Karena di alquran tidak ada ayat yang menggambarkan bahwa bumi itu bulat, justru penggambarannya datar. Lihat kata-kata dihamparkan. Ini pernah diutarakan oleh para ulama sekitar tahun 1950-an.

Yuyun komentar tanggal 2008-04-04 02:43:42

Lama lama akan hadir juga kaum muslim ideot yang mengatakan bahwa bumi itu datar bukannya bulat. Karena di alquran tidak ada ayat yang menggambarkan bahwa bumi itu bulat, justru penggambarannya datar. Lihat kata-kata dihamparkan. Ini pernah diutarakan oleh para ulama sekitar tahun 1950-an.

Rasyid komentar tanggal 2008-04-05 02:57:08

Heliocentris teori orang kafir? Yang bener aja. Kalau You baca bukunya Philip K Hitti "History of Arabs", ilmuwan Islam sudah jauh mendahului Copernicus dan Galileo dalam membuktikan bahwa bumilah yang mengelilingi matahari.
Bagi Saudara Salafy, Anda bisa merujuk pendapat Syaihk Albani yang berbeda pendapat terhadap Syaikh Utsaimin terhadap masalah ini. Ini saya kemukakan karena meskipun semua teknologi terkini telah mampu membuktikan bahwa bumilah yang mengitari matahari, tetapi Anda semua tidak akan percaya sampai 'ulama dari golongan Anda sendiri yang membantahnya. Insya Allah.

Marco komentar tanggal 2008-04-20 05:27:46

Setiap ulama tentu berhak untuk mengeluarkan pendapat dan fatwanya. Juga berhak untuk diikuti fatwa dan pendapatnya itu oleh umat Islam.

Namun tidak ada satu pun manusia yang dijamin oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW selalu pasti benar dalam segala halnya. Bahkan para shahabat yang mulia dan dijamin masuk surga sekalipun, terkadang tidak saling sependapat dalam banyak masalah antara sesama mereka. Perbedaan pandangan di kalangan shahabat nabi SAW menunjukkan bahwa seseorang bisa saja punya pendapat yang berbeda dengan saudaranya, tanpa harus terjadi permusuhan atau saling ejek di antara mereka.

Para ulama sejak masa salaf dahulu, banyak yang berbeda pendapat. Di antara mereka ada yang benar dalam ijtihad dan di antaranya ada yang salah. Bahkan Imam As-Syafi'i rahimahullah pernah mengoreksi pendapat-pendapatnya yang telah ditetapkan sebelumnya. Sehingga ada dua qaul dalam mazhabnya, yaitu qaul qadim ketika beliau tinggal di Iraq dan qaul jadid ketika beliau tinggal di Mesir.

Bahkan para ulama di level mujtahid mutlak sekalipun tidak pernah mewajibkan manusia untuk hanya berguru kepada dirinya sendiri saja. Bagi mereka, bila ada orang yang ingin berpendapat sebagaimana pendapat dirinya, boleh saja. Tapi bila menolak dan mengambil pendapat ulama lain, mereka ikhlas dan sama sekali tidak sakit hati.

Bila di masa sekarang ini ada pendapat dan pandangan dari ulama tertentu yang barangkali tidak kita sejalan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, boleh saja hal itu ditolak dan tidak berdosa. Asalkan ada pembanding dari pendapat ulama lainnya yang dirasa lebih kuat hujjahnya.

Matahari Mengelilingi Bumi?

Benar bahwa salah satu di antara ulama yang berpendapat bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi adalah Syeikh Al-Utsaimin. Keluasan ilmu beliau dan kedalamannya dalam masalah agama, tentu tidak perlu diragukan lagi. Namun bukan berarti beliau harus selalu benar dalam semua pendapatnya.

Apalagi yang beliau sampaikan bukan terkait dengan masalah umurdiniyyah, melainkan tsaqafah umum terkait dengan sebuah fenomena alam yang di dalam Al-Quran disampaikan lewat isyarat. Bukan lewat pernyataan yang bersifat eksplisit. Artinya, kesalahan dalam memahami hal-hal seperti ini tidak berpengaruh pada masalah aqidah dan syariah, namun lebih kepada informasi tentang fenomena alam dan ilmu pengetahuan.

Kalau kita teliti lebih dalam, sebenarnya di dalam Al-Quran tidak pernah ada ayat yang bunyinya secara tegas menyebutkan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi tidak ada satupun yang menyebutkan dengan mengelilingi bumi.

Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya. Semua pernyataan itu tentu tidak boleh kita tolak. Namun sekali lagi, Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa matahari MENGELILINGI bumi. Tidak ada ayat yang bunyinya: asyamsu taduru haulal ardhi.

Walhasil, secara zahir nash tidak ada pernyataan di dalam Al-Quran bahwa matahari mengelilingi bumi.

Kalau pun matahari disebutkan telah bergerak dalam arti terbit, terbenam, condong dan sebagainya, tidak ada seorang muslim pun yang menolaknya. Karena zhahir nash memang mengatakan demikian. Perhatikan ayat-ayat berikut ini:

Dan Dia telah menundukkan bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar; dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.(QS. Ibrahim: 33)

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.(QS. Yasin: 40)

Ilmu pengetahuan sekarang ini tidak menafikan bahwa matahari beredar dan tidak diam. Sampai di sini tidak ada perbedaan antara ayat dengan ilmu pengetahuan. Tetapi ayat ini tidak menyebutkan apapun tentang matahari bergerak mengelilingi bumi. Ayat ini hanya menyebutkan bahwa matahari hanya bergerak saja pada garis edarnya tanpa menyebutkan bahwa garis edarnya mengelilingi bumi.

Namun semua yang terkait dengan informasi matahari itu sangat dikaitkan dengan pandangan subjektif manusia. Di mana Allah SWT memang berfirman untuk umat manusia. Maka boleh saja disebutkan bahwa matahari itu terbit, tentunya dari sudut pandang manusia. Padahal sesungguhnya, matahari tidak pernah pergi menghilang dari wujudnya, dia hanya menghilang dari pandangan mata kita saja.

Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan ayat berikut ini:

Hingga apabila dia telah sampai ke tempat ter benam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata, "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka." (QS Al-Kafhi: 86)

Kalau kita lihat zhahir nash ayat ini, jelas sekali disebutkan bahwa ada tempat terbenamnya matahari, di mana matahari bukan hanya terbenam, tapi disebutkan tempatnya masuk ke dalam bumi, yaitu di laut yang berlumpur hitam. Tetapi apakah matahari turun ke bumi dan masuk ke dalam laut? Tentu tidak bukan. Ini hanya pandangan subjektif seseorang yang melihat seolah-olah matahari masuk ke dalam laut. Padahal hakikatnya matahari berjarak 8 menit perjalanan cahaya dari bumi.

Di dalam dalil lainnya yang juga shahih, disebutkan hal yang lebih aneh lagi. Yaitu matahari pergi ke 'Arsy.

Nabi SAW berkata kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam. “Apakah engkau tahu ke mana dia pergi?” Abu Dzar menjawab, “Allah dan rasulnya lebih mengetahui.” Nabi berkata, “Sesungguhnya dia pergi bersujud di bawah Arsy dan meminta izin lalu diizinkan. Dan dia meminta izin dan tidak diizinkan. Kemudian dikatakan, kembalilah ke tempat kamu muncul dan terbenamlah dari arah baratnya.”

Kalau memang hakikatnya matahari pergi pulang ke arsy tiap hari, dalam logika kita manusia di muka bumi, tentu harus ada masa dalam 24 jam bumi tidak mendapat sinar matahari dan juga alam semesta. Namun separuh manusia yang melata di muka bumi ini selalu dalam keadaan melihat matahari. Matahari tidak pernah tenggelam dari pandangan seluruh manusia di bumi.

Matahari hanya kelihatan terbit buat segelintir orang yang kebetulan berada pada posisi matahari terbit. Demikian juga matahari hanya terbenam dalam pandangan manusia yang kebetulan berada di belahan bumi yang sebentar lagi membelakangi matahari. Dan semua itu terjadi bergantian. Tapi sesungguhnya matahari tidak pernah absen dari kita. Yang terjadi sesungguhnya, manusia lah yang absen dari matahari dengan membelakanginya.

Dan karena Al-Quran bukan kitab astronomi, bahkan punya unsur sastra yang tinggi, maka sah-sah saja semua ungkapan yang seolah-olah menggambarkan bahwa matahari melakukan semua gerakan itu. Tanpa harus terjebak untuk menjelaskannya secara astronomi.

Seperti ungkapan indah Al-Quran tentang malam dan siang yang saling berkejaran, apakah kita mau artikan bahwa malam dan siang itu seperti dua anak kecil main kejar-kejaran atau main petak umpet? Tentu tidak, bukan? Ungkapan berkejaran itu adalah gaya bahasa yang indah, tapi jangan dipahami terlalu teknis dan sederhana.

Bahkan di dalam Al-Quran bertabur ayat yang punya gaya ungkapan bahasa yang indah, kadang sampai terasa aneh. Misalnya, uban yang tumbuh di kepala nabi Zakaria, disebutkan dengan ungkapan khas yaitu uban berkobar di kepala. Berkobar itu kan sesungguhnya sifat dari api. Tetapi apakah benar kepala nabi Zakaria itu terbakar? Tentu tidak, bukan?

Ia berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah berkobar dengan uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo'a kepada Engkau, ya Tuhanku." (QS Maryam: 4)

Kebenaran Ilmu Pengetahuan

Namun lepas dari perbedaan pendapat dalam memahami nash Quran, kita pun harus tahu bahwa kebenaran dalam ilmu pengetahuan pun tidak pernah mutlak. Setiap kali selalu saja ada teori yang tumbang dengan teori baru. Setiap saat selalu saja muncul penemuan dan kebenaran baru, untuk sampai saatnya akan tumbang digantikan dengan yang baru.

Apa yang kita yakini sebagai kebenaran empiris tentang ilmu astornomi, sangat kita yakini suatu hari akan tumbang dengan fakta terbaru.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Dedy Suardi komentar tanggal 2008-05-08 11:36:07

Taqlid buta kepada seseorang itu "diharamkan" bagi orng Islam, sebab manusia bukanlah Allah 'azzawajalla.
Penafsiran Al-Qur'anul Karim wajib menggunakan akal sehat, sebab akal-lah yang membedakan manusia dengan satwa!
Secara pandangan mata biasa, memang tampaknya Matahari itu mengelilingi Bumi kita, dan binatangpun melihat itu demikian! Namun bukankah manusia diberi akal sehat oleh Sang Mahapencipta? Bukankah makhluk berakal semacam kita ini diwajibkan meneliti ilmu sebelum kita mempercayainya?
Perlu diketahui bahwa besar Matahari kurang-lebih 1.300.000 kali Bumi kita!
Mana mungkin bal pimpong memutari sebutir debu!
Lebih celaka lagi kalau kita masih percaya bahwa Bumi kita ini diam, padahal nyata-nyata berotasi pada porosnya dan beredar mengelilingi Matahari!
Untuk membuktikan bahwa Bumi berputar pada porosnya, mudah saya! Cari di langit selatan sebuah bintang yang tertotok oleh arah sumbu rotasi Bumi.
Arahkan kamera SLR yang telah dikukuhkan pada tripod ke bintang yang kedudukannya tampak tetap tersebut. Kecepatan stel pada 1/B dan tahan beberapa jam agar layar lensa tetap terbuka!
Hasil fotonya merupakan "Star-Trail", menggambarkan tapak-tapak bintang lainnya yang sirkular, yang menandakan bahwa Bumi kita berotasi pada porosnya!
Semua orang bisa mencobanya agar kita tidak salah menafsirkan ayat-ayat Qur'an dengan cuma hurufiskik belaka!
Saya katakan, Al-Qur'anul Karim bukan untuk satwa, namun untuk manusia!

Dari insan yang paling bodoh sejagat raya,
Dedy Suardi
www.protagon.wordpress.com

Tayo sandono komentar tanggal 2008-05-14 09:55:36

Nama saya Tayo sandono dan sngt tertarik untuk membaca argumen tentang mathari yang mengelilingi bumi ini. Sebuah teori yang sangat menarik untuk dikaji secara ilmiah tentunya.


Hafidz muhaimin komentar tanggal 2008-05-23 20:15:32

kalau teori rotasi dan evolusi merupakan kenyataan yg tak terbantahkan,maka percaya kpd teori tsb bukan berarti mendustakan Al-Qur'an dan As-Sunnah yg berujung kpd kekafiran.Tp, yg jadi persoalan benarkah Al-Qur'an dan As-Sunnah secara eksplisit dan yakin (qoth'ie)menyatakan bahwa bumi diam dan matahari mengelilinginya?Dalil2 yg penulis kemukakan memang qoth'ie, tp benarkah penafsirannya juga qoth'ie

Seseorang komentar tanggal 2008-09-16 20:19:36


kapan ummat bisa pinter ya kalo setiap ayat di artiin 'mentah2'?......

lucu aja liat komen2 di bawah...... kesannya setiap omongan dari kafirun langsung kena blacklist.... tanpa alasan apapun.

kalo begitu, silakan artiin secara mentah "matahari tenggelem di lumpur hitam"......


Yunus komentar tanggal 2008-12-02 12:11:36

Ada nggga yang bisa menayangkan dalil-dalil bahwa matahari mengelilingi bumi?

karena setahu saya tidak ada dalilnya.


Qnoy komentar tanggal 2009-01-06 14:44:36

Subhanallah..
sy sngt tertarik melihat komen2 diatas.. ada yg pro n kontran n sebagainya.. sampai ada komen yg nge-bodohin org yg nulis lah.. berarti yg blg bodoh itu org bodoh juga donk.. ibarat kata, klo org gila pasti blg org yg waras itu gila?? itu jg tanda org sombong..

Smua didunia ini kan berbeda ga ada yg sama, ada siang ada malam, ada terang ada gelap, ya macem2 lah.. begitu jg dg pendapat ada yg benar ada yg salah, tp smua nti akan terkuak kebenaran itu smua.. Hanya Allah yg tau kebenaran itu..

sebaiknya kita menyikapi sperti komen nya Ust Ahmad Sarwat, Lc.. lebih dewasa dalam menyikapi tp tidak membodoh2i..

mhn maaf jika ada kata2 yg ga berkenan.. kesalahan2 itu dtg nya dari diri sy pribadi dan kebenaran hanya lah dr Allah SWT.. Ampunilah kami ya Allah..

Wass

Putri komentar tanggal 2009-03-06 15:00:11

pesan ini sudah cukup menurut saya.sudah lengkap

Edhi purwanto komentar tanggal 2009-04-12 09:52:06

mungkin beda penafsiran

Al Qur'an sudah pasti benar, tafsir bisa mengikuti perkembangan pengetahuan, kecuali masalah akidah, jadi menurut saya, teori matahari mengeliling bumi seperti yang diterbitkan al Furqan harus dikaji lagi

Dr Ridzuan komentar tanggal 2009-04-15 13:15:24

Rahsia Penciptaan Dari Arash Ke Bumi

Saya dari Malaysia yang telah mengajar pelbagai kursus berkaitan Astronomi mengenai Pemutaran Bumi dan bagaimana Bumi Mengelilingi Matahari. Kini saya udah insaf, dan mengajar kembali mengikut Fitrahnya yaitu: Mataharilah sepatutnya Mengelilingi Bumi. Sila saudara semua baca Buku Berjudul seperti di atas, saya kira udah ada di Indonesia. Buku itu mempunyai 2 jilid. Saya menangis dan ketakutan setelah mengetahui kebenarannya. Buku di atas (best-seller) bisa melengkapi Buku MATAHARI MENGELILINGI BUMI. Ia menceritakan bahawa:
1) Matahari sebenarnya lebih kecil daripada bumi. Saiz matahari yang besar itupun sekadar teori sains sahaja.
2) Malam dan Siang itu adalah 2 makhluk yang berasingan. Hanya kebetulan menjadi siang serentak kerana hadirnya matahari. Terjadinya malam bukan kerana tiadanya matahari. Sila baca buku tersebut dikupas dengan detail.
3) Terdapat beberapa tafsiran mengenai Arash, Bumi, Angin, Graviti dan sebagainya yang sukar untuk saya menerimanya, namun dalam konteks Matahari Mengelilingi Bumi, saya udah dapat menerimanya dengan rasa ketakwaan dan keyakinan.

Sekian. Wassalam
Dr Ridzuan

Fauzan komentar tanggal 2009-04-17 01:38:46

Percaya 80%

Dari kecil kita di doktrin bahwa bumi mengelilingi matahari, berat rasanya untuk berpindah dari keyakinan tersebut.Setelah khatam membacanya serasa hati meng-iyakan untuk percaya.Hukum halal haram yang jelas aja masih dilanggar oleh manusia...apalagi kajian yang gak ada hukumnya seperti ini pasti banyak yang kontraproduktif.

Daniel komentar tanggal 2009-07-18 11:28:40

penjelasan yang bodoh

menurut saya di Al - Quran tuh gak ada ya yang namanya di kasih tau bahwa matahari mengelilingi bumi,./,
jadi mengapa kita harus percaya ma yang men tafsirkan toh di kan belum tentu benar ,./,./ liat aja kenyataan nya .,/,bahwa bumi yang berputar mengelilingi matahari/.,
dan jangan bawa2 ISLAM ya untuk penafsiran yang ga jelas dan ga masuk akal./,apalagi pake bawa Al - Quran yang jelas dan nyata itu benar.,
klo di buktikan pastinya bumi yang mengelilingi matahari,. jadi Al - Quran itu gak pernah salah kta yang mentafsirkan lah yang salah apa lagi klo yang mentafsirkan itu ga punya ILMU duh jadi kacao nih agama ISLAM./, klo orang yang mengajar aja bodoh apalagi yang di ajari /./>/> jadi kesimpulannya kita harus percaya dan berpegang teguh kepada Al -Quran dan sunah Nabi.,., bukan pada orang yang mentafsirkan././././.

Anas komentar tanggal 2009-08-20 23:22:20

Menongso

Menongso (manusia), udah kecil, suka ngeyel, bakal mati, kok nglawan sama zat pemilik dan pencipta langit dan Bumi. Iling Kang.........! Bakal mati ! Siapa yang mau tolong sampean, kalau sampean sudah di kuburan ?

4li s44d komentar tanggal 2009-09-04 02:33:17

menurut ana

menurut ana,jngn terlalu anti dulu kepada mujadid2 yg bertugas membawa berubahan, justru tugas mereka untuk mengkaji apa yg dianggap baku sekarang, harus diuji lagi kebenarannya, mengapa selama ini kita hanya mau disuapi seperti bayi dan menerima saja apapun yg diberi, bukankah bertambahnya umur bersamaan dengan bertambahnya akal. justru karena Al Qur'an tidak menjelaskan secara langsung bahwa matahari mengelilingi matahari maka hal ini masih bisa dikaji. apalagi teory heliosentris yg jelas - jelas juga tdk dicantumkan dalam nas Al Qur'an dan baru sebuah teory ??? Kritis adalah sehat. untuk menguji hal ini butuh teknoloqy umat Islam APAKAH SUDAH ADA YG PERNAH KE LUAR ANGKASA ?/? apakah Neil Armstrong / Bush Aldrin benar2 injakan kaki ke bulan ?/? bukankah kita sama - tdk tau. Akhirnya terkuak juga bahwa foto2 bisa direkayasa dengan Photoshop, dream wefer, flash dll , belum lagi sofware2 animasi yg dipakai dalam filem2 fiksi sekarang. kurang nyata bagaimana Visualisasi filem Armagedon atau Total Recal apakah lalu itu nyata ? atau dananya begitu besar sehingga bisa shooting di luar bumi. Taukah wahai umat, sesungguhnya technology yg dianggap terbaru oleh kita sekarang adalah produk 5, 10, 20, + thn dari negara penemunya. Kalau propaganda Apolo, Sputnik dan gambar2 orang bulan, sudah 40 tahun yg lalu terjadinya. maka teknologi SOFTWARE pendukung animasi dan grafik telah dinikmati 40 thn lalu dan ditemukan, digunakan oleh SOMEHOW SOMEWHARE 40 thn yg lalu. PADA SAATNYA NANTI UMAT ISLAM yg dengan keridhoan dan maunah Allah S W T akan mendapat tuntunan untuk menggabungkan SAINS & MAYA dengan teknologi yg paling sederhana dngan segala keterbatasan dengan material sealami mungkin HASILNYA ramah lingkungan. asalkan kita bisa khusuk dan sebelum kekhusukan itu diambail. karena khusuk adalah ilmu yg pertama hilang diakhir jaman ini menurut hadis.Kalau ilmu itu kita dapat InsyaAllah mudah menjadi seperti seperti Al Jabbar, Ibnu Sina, Ibnu Rus dll orang2 yg fokus, khusuk beribadah dalam sepi memohon petunjuk, bermujahadah. maka mampu MENGUNGGULI teknologi yg sekarang dianggap tinggi namun tdk ramah lingkungan dengan kecenderungan merusak seperti teknologi mesin berbahan bakar minyak yg akhirnya memanaskan dunia kita sendiri itulah kalau menurut saya halal tapi tidak thoyib. kembali ke fokus bahasan geosentris mari kita coba2 dulu ujikan dengan bahan material sederhana siapa tau tukang ba'so pun di indonesia akhirnya dapat menemukan teory yg mendukung teory Geosentris jadi jngn underestimate dulu wahai yg telah merasa pintar ingat Allah S W T yg maha merubah keadaan. Walaahu Wa'lam

Jadi pertanyaannya adalah : apakah kita di Indonesia sudah bisa pakai mobil terbang ? Karena disana .... sudah loh ...

4li s44d komentar tanggal 2009-09-04 17:04:20

penyaksian ana

penyaksian ana waktu safar ke zenzen china 2007, ... disana orang2 memakai teknologi cas batery handphone memakai energy surya, ... lampu2 jalan pakai energy surya nah semua itu agar lebih hemat tak perlu bayar listrik, memang china terkenal dengan disiplin efisiensinya. apakah Indonesia sudah ? baru thn 2008 hp Tv China masuk indonesia itupun masih jalur black market. 2007 ana ditawarkan jadi pemasok hp Tv ke Inonesia namun ana tolak. di Malaysia ada rumah sakit pengobatan dengan Energy cahaya ... Prof di sana konon BISA merubah cahaya menjadi partikel padat serupa bubuk salju. bagaimana DENGAN INDONESIA lanjutkan PENGEMBANGAN BAHAN BAKAR ENERGI AIR , BAHKAN DENGAN ENERGI FIKIRAN ... tunggu saatnya. Kita sudah punya tiga industri strategis darat, laut, udara mampu produksi MAMPU EXPOR ... mari sumbangkan pengetahuan kita .. dan diuji rakit di industri2 tersebut ... kesempatan bagi orang2 yg sudah sadar akan banyaknya kelemahan teory dan doktrin2 yg selama ini di pelajari di university pasca keruntuhan budaya dan pengetahuan Islam kejatuhan Turky Utsmany .... Wallahu Wa'lam

Johan affandi komentar tanggal 2009-09-10 15:36:59

Matahari mengelilingi bumi sesuai dengan akal

Matahari bergerak dari timur ke barat, malam berganti siang. Masak udah jelas2 matahari yang bergerak di bilang bumi yang bergerak pikiran dari akal mana itu. Orang yang mengaku sok modern. Pakek otak nggak sih. Yang perlu diseriusi dalam hal ini adalah masalah akidah. Penulis dalam hal ini Ustadz Ahmad Sabiq didasarkan pada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pengkajian yang diteliti lebih dalam mengenai bahasa dan gaya bahasanya. Bukan dibuktikan dengan ilmu fisika maupu empiris. Masalah ilmu fisika coba didiskusikan dengan ilmuan fisika yang dengan hati pendapatnya. Pasti ada pembuktian secara empiris mengenai matahari mengelilingi bumi.

Johan affandi komentar tanggal 2009-09-10 15:41:16

La trus kalo belum tahu bumi mengelilingi matahari benar

Masak ya ngeyel kalo bumi mengelingi matahari kalo kita aja juga belum tau. Dasar tak mau berilmu ya kaya demikian. Bisanya ngikut tok tanpa mau mengkaji dasar dan sumbernya.

Phirit komentar tanggal 2009-09-22 22:50:32

ga penting mempermasalahkan yg sudah ada dalam kadar dan ketentuanNya

permisi numpang comment...!!!
Betapa bodohnya kalian semua yg mengkaji hal yg sudah ada dalam kadar dan ketentuanNya...betapa pintarnya penerbit buku itu mencari judul agar laris di pasaran dan mengakibatkan perdebatan yg tidak penting bagi saya....!!!

Suyono komentar tanggal 2009-10-20 07:38:14

penulis buku sudah benar

penulis buku sudah benar , dia mengambil kesimpulan dari Al Quran. Penulis tidak sendirian , banyak yang percaya (berdasar Al Quran) bahwa matahari mengelilingi bumi. Lho kok bisa ? Memang di Al Quran ada ayat2 yg menurut saya "aneh" contohnya :

67. 5. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

- apa yg dimaksud dengan"langit yang dekat"?
-apakah ada "langit yang jauh"?
-Bintang dijadikan alat pelempar syaitan. Bagaimana dengan hukum2 fisika apakah masih berlaku thd bintang yg massanya sangat besar itu?(hukum gravitasi,hukum kelembaman dsb).



Triswantoro putro komentar tanggal 2009-10-24 17:21:57

bumi mengelilingi matahri????

Bumi mengelilingi matahari?? bener2 pendapat yang bodoh. umat islam bukan umat bodoh..... dipahami lagi alQuran nya mas..mbak.... umat islam tidak sama dengan zaman kekuasaan gereja yang menganggap bumi mengelilingi matahari. bahkan memerintahkan pembunuhan bagi yg mengingkarinya. apakah islam sekarang seperti pemuka2 gereja jaman dlu... goblog klo aq bilang. sekarang bukan jamannya memikirkan mana yg saling mengelilingi. sekarang jamannya sudah mencari kehidupan baru di luar bumi yang sudah Allah firmankan di alQran.
waktunya berpikir maju mas ..mbak.. bukan kembali ke jaman kejahiliaan...

Ryns komentar tanggal 2009-11-03 12:35:40

tengah-tengah ja!

different ia not always better but the best is always different.
ketika perbedaan pendapat ada maka itu bukan suatu kesalahan.

Indro komentar tanggal 2009-11-07 12:27:52

MENGUTAMAKAN WAHYU ALLAH DARIPADA AKAL

Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh.

Bismillah, Alhamdulillah, amma ba’du.
Allah berfirman: Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" INGATLAH, SESUNGGUHNYA MEREKALAH ORANG-ORANG YANG BODOH; TETAPI MEREKA TIDAK TAHU. (QS. Al Baqarah: 13)
“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.(QS. Al Muthaffifin: 29)
”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS. An-Nisa’: 59-61).

Saya sangat setuju bahwa matahari berputar mengelilingi bumi. Apakah jika saya percaya pada pendapat seperti ini disebut dengan bertaqlid. Pertama-tama harus kita pahami dahulu apakah arti dari bertaqlid. Bertaqlid adalah mengikuti pendapat seseorang tanpa mengetahui dasar hukumnya dari Al Qur’an dan As Sunnah (hanya membeo tanpa berimu). Padahal jika kita melihat tulisan di atas banyak mengambil ayat Al Qur’an, Hadits shohih riwayat Bukhari, Atsar dari Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, perkataan Imam Mazhab Ibnu Hazm, tafsir paling terkemuka dari zaman dulu sampai sekarang seperti Ibnu Katsir dan Al Qurthuby, pendapat ahli hadits Ibnu Hajar yang mensyarah Kitab Bukhari dalam Fathul Barri, pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan pendapat ulama-ulama yang lain.

Apakah ini dinamakan taqlid??????? (Tentu bukan, karena ada dasarnya, tidak sekedar membeo).
Apakah ini dinamakan fanatik mazhab??????? (Tentu bukan, karena ada mazhab Zhahiri yaitu Ibnu Hazm; ada yang tak bermazhab seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin; Ibnu Katsir, Al Qurthuby, dan Ibnu Hajar juga mempunyai mazhab yang berbeda pula, dsb)

PESAN UNTUK PARA PENDEWA AKAL (Lebih mengutamakan akal drpd wahyu Allah)::::::>>>>

Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Ibrahim ’alaissalam tidak bisa dibakar oleh api?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Musa ’alaissalam bisa membelah lautan?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Isa ’alaissalam bisa menghidupkan orang yang mati?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam bisa membelah bulan?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam bisa melakukan Isra’ Mi’raj yang menempuh jarak yang sangat jauh hanya dalam waktu semalam?

Tentu akal manusia tidak akan bisa menjawab. Oleh karena itu, sikap orang yang beriman adalah menerimanya dengan sepenuh hati dan diam. Tidak perlu bertanya mengapa bisa begini, mengapa bisa begitu? Dia-lah Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, SEDANGKAN ILMU MANUSIA TIDAK AKAN PERNAH MAMPU SEDIKITPUN MENGUNGGULI ILMU ALLAH.
Sesungguhnya agama ini tidak dibangun atas dasar akal, tetapi dibangun atas dasar hujah yang nyata yaitu wahyu Allah. Demikianlah seharusnya sikap orang yang beriman yaitu apabila dibacakan ayat-ayat Allah maka mereka mendengar dan mentaatinya, beriman dengan sepenuh hati mereka. Apabila akal mereka tidak mampu memahami, maka mereka akan menuduh dirinya sendiri bahwa akalnya telah rusak karena tidak mampu menerima wahyu Allah.

Memang benar bahwa manusia merupakan makhluk yang paling tinggi derajatnya karena telah dianugerahi akal oleh Allah. Tetapi sebaliknya, Allah akan menurunkan derajat manusia ke derajat yang serendah-rendahnya manakala akal tersebut tidak dapat digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah.
Allah berfirman: ”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” (QS. At-Tin: 4-6)

Sebenarnya telah banyak ilmu pengetahuan dalam Al Qur’an dan Al Hadits yang BARU-BARU ini terungkap oleh para ilmuwan. Seperti pemisahan langit dan bumi (Al Qur'an, 21:30), mengembangnya alam semesta (Al Qur'an, 51:47), garis edar benda-benda langit (Al Qur'an, 51:7, 21:33, 36:38), relativitas waktu (Al Qur'an, 22:47, 32:5, 70:4, 23:122-114), besi diturunkan dari langit (Al Qur'an, 57:25), perkawinan yang dilakukan oleh tumbuhan (Al Qur'an, 36:36), lapisan atmosfer langit (Al Qur'an, 41:11-12), angin yang mengawinkan (Al Qur'an, 15:22), proses pembentukan hujan (Al Qur'an, 30:48), fungsi gunung sebagai pasak bumi (Al Qur'an, 21:31, 78:6-7), adanya pemisah antara 2 lautan yang bertemu (Al Qur'an, 55:19-20), bagian otak yang yang mengendalikan gerak kita (Al Qur'an, 96:15-16), 3 lapis kegelapan yang dialami bayi dalam perut ibunya (Al Qur'an, 39:6), menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran sungguh bermanfaat (Al Qur'an, 31:14), proses pembentukan manusia (Al Qur'an, 23:14), tanda pengenal manusia pada sidik jari (Al Qur'an, 75:3-4), pada sayap lalat yang satu ada racun sedangkan sayap yang lain ada penawarnya (HR. Bukhari, Ibnu Majah, dan Ahmad), dsb.
Wallahu a’lam.

Allah berfirman: "Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." (Al Qur'an, 18:29)

Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan.
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Pakdhegurih komentar tanggal 2009-11-10 02:24:09

yang aku percaya

Sejak SD saya sudah belajar :

Bumi berotasi, berputar pada porosnya, itu sebabnya matahari tampak berputar dari timur ke barat.

Dan Bumi mengitari matahari : yang ini istilahnya Berevolusi, waktunya 365 1/4 hari.

Istilah berputar dan berevolusi silahkan dipahami lebih lanjut.

wassalam.

Wira komentar tanggal 2009-11-20 10:50:12

maha suci Allah

al firqotun Najiyah . cuma sedikit dari banyaknya mereka golongan'' yang ada. akhi..imanilah apa apa yang dari Allah subhana wata'ala dan Rasulnya shollallahu 'alaihi wa sallam .

sesungguhnya mereka yang sedikit itu mencintai kebenaran...yang haq .

padahal sudah gamblang dari para 'ulama...lalu ? orang yang HANYA MENGIKUTI TEORI'' mereka yang sudah kita ketahui dari SD..bahkan mungkin tidak lebih tahu daripada 'ilmuwannya itu sendiri...

secara tidak langsung mencela mereka para ahli 'ilmu . dari bidang tafsir.. dst.

menyedihkan .

wallahuta'ala a'lam

ONO komentar tanggal 2009-11-26 12:06:21

Benar Or Tidak Benar

Afwan semua yang berdebat soal ini.....
Cuma buat ana ada satu yang seharusnya kita pikirkan selain berdebat...yiatu saudara2 kita sedang di bantai oleh Israel.......
Kalo untuk menacari siapa yang benar harus ada pembuktian nya dulu. Soalnya setahu ana Islam dan Akal itu berbanding lurus kecuali untuk mukjizat yang Allah berikan pada para Rosul.
So .........Bantulah sodara2 kita di Palestine

Juanita komentar tanggal 2009-11-28 16:16:03

reply buat pak ono

ya kan Tauhid juga mesti benar dulu pak.

Dani komentar tanggal 2009-12-02 01:05:12

BIARLAH FAKTA YANG BERBICARA

Karena jarak Matahari ke Bumi sama dengan , jarak dari Bumi ke Matahari , maka hasil perhitungan matematis jika matahari mengelilingi bumi atau bumi mengelilingi matahari hasilnya tetap akan sama saja , dan untuk itu marilah kita ungkapkan bersama fakta kebenaran atau pun kebohongan intelektual yang telah dirasakan , dengan cara berdiskusi untuk mencari dam memahami kebenaran tentang alam semesta yang sesungguhnya .



Dani komentar tanggal 2009-12-02 02:51:30

BUMI MELAKUKAN ROTASI

BUMI MELAKUKAN ROTASI UNTUK PERGANTIAN MALAM DAN SIANG SERTA HAL ITU SESUAI DENGAN AL QUR'AN DAN AL HADITS , SEBAB FAKTANYA BULAN LEBIH DEKAT KE BUMI DAN BULAN MENGELILINGI BUMI SELAMA 1 (SATU) BULAN , DAN MATAHARI SELAMA 1 (SATU) TAHUN SEBAB JARAKNYA LEBIH JAUH DARI BUMI , HAL INI JIKA DIBANDINGKAN DENGAN JARAK BUMI KE BULAN , SEBAB JIKA BUMI TERSEBUT JARAKNYA ATAU(JARI JARI) LINTASANNYA DEKAT DENGAN MATAHARI , ALIAS BEREDAR HANYA SELAMA 1 (SATU) HARI UNTUK PERGANTIAN MALAM DAN SIANG , MAKA DAPAT DIBAYANGKAN BETAPA PANASNYA BUMI KITA , DAN TENTU TIDAK TERJADI PERGANTIAN EMPAT MUSIM ATAU PERGANTIAN DUA MUSIM DI DAERAH KHATULISTIWA .
JADI YAKINLAH BUMI MELAKUKAN ROTASI UNTUK PERGANTIAN SIANG DAN MALAM SELAMA 24 (DUA PULUH EMPAT) JAM , DAN HAL INI (ROTASI) DAPAT DIMONITOR MELALUI PERBEDAAN WAKTU DAN POSISI MATAHARI DI SEPANJANG DAERAH KHATULISTIWA , PADA SETIAP PERBEDAAAN WILAYAH SELUAS 15 (LIMA BELAS) DERAJAT PERBEDAAN WAKTUNYA SELAMA 1 (SATU) JAM , YAITU LUAS LINGKARAN BUMI GARIS KHATULISTIWA 360 (TIGA RATUS ENAM PULUH) DERAJAT DIBAGI (:) 24 (DUA PULUH EMPAT) JAM SAMA DENGAN (=) 15 (LIMA BELAS) DERAJAT PER JAM .
DAN UNTUK MEMBUKTIKAN ADANYA ROTASI DAN PERBEDAAN WAKTU DALAM SAAT YANG BERSAMAAN , DAPAT DENGAN CARA MENGHUBUNGI 24 ORANG KENALAN KENALAN ANDA DI FACE BOOK , PADA DAERAH DAERAH SEPANJANG GARIS KHATULISTIWA , DALAM SETIAP PERBEDAAN WILAYAH 15 DERAJAT DARI POSISI KOMPUTER YANG ADA DI DEPAN ANDA SEKARANG , DAN DAPAT ANDA BUKTIKAN ADANYA ROTASI AKIBAT PERBEDAAN WAKTU PADA SAAT YANG BERSAMAAN , DENGAN CARA MISALKAN MELALUI CHATING DI FACE BOOK DENGAN KENALAN KENALAN ANDA TERSEBUT . SILAHKAN DICOBA DAN DIBUKTIKAN KALAU MASIH RAGU RAGU , SEBAB TIDAK MUNGKIN MATAHARI SANGAT DEKAT DENGAN BUMI NANTI BISA HANGUS TERBAKAR , ATAU TERJADI PEREDARAN SUPER CEPAT SELAMA 1 (SATU) HARI UNTUK PERGANTIAN WAKTU SIANG DAN MALAM , NANTI TIDAK TERJADI PERUBAHAN MUSIM DI BUMI , SEBAB TERJADINYA PERUBAHAN MUSIM AKIBAT DARI POSISI MATAHARI TERHADAP BUMI , DAN TERJADINYA PERUBAHAN MUSIM DI BUMI ADA DI DALAM AL QUR'AN .



Haris komentar tanggal 2009-12-06 23:13:33

ighfiruu

YA ALLAH maafkan hamba-hamba-Mu yang khilaf ini, hanya engkau sang pencipta alam semesta jadi engkau pula yang lebih tau maslah ini. semoga aja kerukunan beragamakita tidak terpecah belah hanya karna masalah pemahaman tentang penciptaanalam semesta.

umatislam jangansaling menjatuhkan yah terkecuali yang berdakwah itu sesat lagi menyesatkan.

Hmba Alloh komentar tanggal 2009-12-31 11:10:18

tambahan

assalamualaikum....

ana cuma mw nambahin...mungkin do'anya nabi Yusa bin Nun bisa dijadikan juga sebagai hujjah penguat....

ane lupa bunyi do'anya....klo nggak salah minta supaya matahari ditahan...agar waktu ashar lebih panjang...nah ini kan sebagai bukti juga bahwa yg menyebabkan siang malam adalah pergerakan matahari ..............sebagai referensi aj


Syafii komentar tanggal 2010-01-04 21:51:18

tetap belajar

ad sebah hal yg tdk bs kt lihat secara kasat mata walau itu bisa terlihat,,,,krena pandangan manusia it terbatas,,bisa saja bumi it berputar ttpi matahari yg mengelilingi bumi,,,,jadi ad yg tdk bisa dtembus oleh tekhnologi mata...
tapi tetap belajar demi nenjdi lebih baik ok,,,,
wallahu a`lam

Hendy komentar tanggal 2010-01-13 16:28:44

KACAU...

"YANG SALAH BUKAN AYATNYA TETAPI PEMAHAMAN ATAS AYAT TERSEBUT YANG KACAU"

Dasar wahabi... sampai kapan sih bikin sensasi aneh di umat ini...

Yahudi komentar tanggal 2010-02-19 08:56:55

This book is made by me to make a fool out of muslims. To send them to return to dark age.

3Arab komentar tanggal 2010-02-19 09:00:21

Buku sesat

Ini buku penyesat untuk memperbodoh umat muslim. Hati-hati lah kita umat muslim. Jangan langsung percaya, syaiton lebih suka pakai ayat-ayat quran untuk menyesatkan orang beragama, dan menggunakan logika untuk menyesatkan orang-orang kafir.

Jadi syaiton tidak menggunakan logika utk menyesatkan kita, melainkan menggunakan ayat-ayat karena syaiton tahu kita tidak akan menggunakan logika dan memilih ayat-ayat.

Juanita komentar tanggal 2010-02-19 18:34:38

Mengingatkan pengunjung sekalian yang hendak berkomentar agar senantiasa menjaga akhlak, lisan, dan akalnya agar bisa menyampaikan pemikirannya dengan baik dan dengan kepala dingin.
Dan saya sarankan untuk tidak menggunakan nickname yang mengundang kontroversi.
Jazakumullahu khairan.

Edi komentar tanggal 2010-02-23 23:07:48

Matahari Mengelilingi Bumi, itu benar!

Assalamu'alaikum,
shohib, mengapa harus mempertentangkan matahari mengelilin bumi? Bukankah bumi ini adalah teristimewa, karena di dalammnya, rasul-rasul diutus, Allah menempatkan ka'bah yang menjadi kiblat umat Islam di dunia. sudahlah! tidak usah mengagung-agungkan akal. Orang Islam Shalat, semuanya menghadap ke baitullah, karena Baitullah itulah rumah Allah. Sentral penyembahan seorang hamba kepada Khaliq-Nya. Ini mengisyaratkan, bahwa semua apa saja yang ada di alam jagat raya ini, menyembah dan tunduk kepada Allah. Dan rumah Allah adalah baitullah (ka'bah). Oleh karena itu, wajarlah apabila alam jagat raya ini menghadapkan diri kepada Allah melalui Baitullah. Jadi, terimalah ini sebagai sebuah keimanan kepada-Nya.


Ahmad komentar tanggal 2010-02-28 00:46:15

BAGAIMANAPUN PENDAPAT MEREKA ANA TETAP MEMBENARKAN BUKU TERSEBUT!

Al Qur'an sebagai pedoman kita sebagai Umat Muslim. penulis buku tersebut sudah jelas dgn sangat hati-hati dalam menafsirkan Ayat-ayat Alloh tersebut,umat manusia blh di cekokin ilmu fisika dll. tp ingat! jgn pernah tinggalkan Al Qur'an... Salam buat penulis buku MATAHARI MENGELILINGI BUMI. Wassalam...

Imam komentar tanggal 2010-03-04 16:12:24

MNUSIA TIDAKLAH SESEMPURNA NABI

asalamuallaikum,,,,,,,,,
al qur"an adalah kitab suci islam,isi dari al qur"an memenglah sempurna,nyata dlm khidupan d dunia maupun d ahirat,
tapi........???!!
apakah manusia sesempurna nabi,,..?
apakah kmampuan berphikir manusia bisa mlebihi cara fikir nabi,,,?

jadi kesimpulanya,,,..
penafsiran para ulama tentang isi al"quran belum 100% benar,,,,,jd teory matahari mengelilingi bumi,,,bisa saja salah tafsir...
mungkin allah SWT manggambarkan sperti itu ,tp maksud dri itu smua manusia harus berusaha membuktikan smua itu dengan cara....berfikir kedepan & melalui akal mereka sehingga tehnology bisa membuktikan smua itu,,,artinya,,manusia tidak akan kembali k jaman jahiliah...,lg,!!!

wassallam...

Imam komentar tanggal 2010-03-04 16:46:00

tafsiran

asalamuallaikum,,,,

q tambah kan satu bentuk tfsiran yg logis...
q pernah denger d salah satu ceramah agama,seorang ulama mengatakan,"salah satu tanda2 kiamat adalah tidak adanya ibu2 yang hamil," dlm artian gk ada wanita yg hamil atau mengandung,,,
apa yg dapat qt simpulkan,,,,???

bukan berarti wanita udah gak da yg hamil,atau dah gk bisa hamil..pada masa ahir jaman,tapi...
"pada masa ahir jaman udah banyak terjadi perzinahan d mn2,,,dan saat itu pula alat kontrasepsi udah smakin marak d gunakan di
umum(smua kalangan)gk pduli anak2,remaja,orang dewasa," inti dari itu smua banyak trjadi perzinahan karna dah gk punya resiko hamil...karna adanya alat kontra sepsi.
jadi menurut anda,,,,,,????
bisa mengartikan sendiri,,,bahwa tafsir al qur"an gak harus sama apa yg tertulis d dlmnya...
msih banyak misteri2 d dlmnya,manusia gk bkalan bisa menafsirkan smua ,karna manusia tidak lah sesempurna nabi......

wassalam/.............

Sufehmi komentar tanggal 2010-03-08 20:52:15

Syaikh Utsaimin TIDAK pernah mengklaim Matahari Mengelilingi Bumi

Detailnya silakan bisa dibaca disini :

http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-18311

http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-19440



Tulis Komentar Anda tentang Produk ini. Komentar harus sesuai dengan Syarat dan Ketentuan

Beritahu Teman tentang produk ini

Apabila anda mempunyai pertanyaan tentang produk ini atau anda merasa info yang tertera di atas masih kurang, silakan kirim pertanyaan Anda ke Saya melalui form ini:



mem:1837800