Tulis Komentar Anda tentang Produk ini. Komentar harus sesuai dengan Syarat dan Ketentuan
Matahari Mengelilingi Bumi - Sebuah Kepastian al-Qur'an dan as-Sunnah serta Bantahan Terhadap Teori Bumi Mengelilingi Matahari | ||
Overview |
||
| ID Produk | 17 | |
| Kategori | Buku Islam | |
| Berat per unit | 0.25 kg | |
| Harga | Rp 26.900 | |
Spesifikasi |
  | |
| Ukuran | 14.5x20.5 | |
| Pengarang | Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf | |
| Tebal | 224 hlm | |
| Cetakan | 2 | |
Deskripsi |
||
|
Telah berabad-abad diajarkan di sernua bangku pendidikan, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari sekali dalam setahun, dan bumi juga berotasi sekali dalam sehari semalam yang mengakibatkan seakan-akan matahari bergerak dari timur ke barat setiap harinya. Apakah ini sebuah kebenaran yang mesti kita yakini ataukah kita selama ini berada dalam sebuah kebohongan ilmiah? Apakah memang bumi yang mengelilingi matahari? Ataukah malah sebaliknya, bahwa bumi adalah pusat jagat raya sedangkan sernua benda langit termasuk matahari mengelilingi bumi? Buku yang sekarang ini berada di tangan anda menyingkap kabut tebal yang sudah sekian lama menutupi sinar kebenaran yang terpancar dari al-Qur'an, as-Sunnah, serta ucapan para ulama salaf. Baca dan renungkanlah, semoga Allah Ta'ala menunjukkan kita kepada jalan yang lurus. |
||
| Rp 26.900 | ||
|
Stok produk ini sedang habis. Tidak bisa dibeli. Silakan Kontak CF untuk pemesanan khusus.
| ||
Matahari Mengelilingi Bumi
Tunggulah kehancuran
adil
Allahua'lam
Pembodohan
Buku ini tidak bermanfaat untuk dibeli, dan akan membodohi dan membuat bingung umat.
Bentuk Pembegoan
Kalau iya betapa begonya kita umat islam mau dibegoin oleh orang islam yang mengaku ahli astronomi.
Atau si penulis emang lagi bokek, sehingga harus membuat judul buku yang bombastis sehingga dapat mengeruk keuntungan dari penjualan buku. Jangan-jangan penerbit dan situs ini hanya mengeruk keuntungan dari Pembegoan umat islam ini. Naif sekali situs ini kalau hanya untuk sekedar nyari uang dengan membegokan umat islam. atau mungkin pengelola situs ini juga lagi dikejar2 target sehingga harus menjual buku yang bego ini?????
Kebenaran al-Qur'an dan as-Sunnah
@ atasku
akal dan dalil
(dalil) merupakan sumber kerusakan di alam semesta. Hal ini sangat
berseberangan dengan dakwah para rasul, sebab mereka mengajak
umatnya untuk mendahulukan wahyu di atas pendapat dan akal, maka
terjadilah pertarungan antara pengikut rasul dan para penentangnya.
Para pengikut rasul mendahulukan wahyu di atas pendapat dan akal.
Adapun pengikut Iblis dan sejawatnya, mendahulukan akal di atas
wahyu." (Mukhtashar Shawa'iq Mursalah 1/209) [6]
yang paling bener
Semua itu relatif kalau...
Secara akal kita tidak bisa melihat benda langit mana yang diam pada tempatnya dan menjadi pusat revolosi benda-benda langit lainnya (ingat teori bahwa semua benda langit itu bergerak dan berevolosi pada jalurnya masing-masing?), semuanya menjadi sekedar relatif. Kalau sekarang ada yang mengangkat dalil-dalil dari Al-Quran dan Hadits yang menjelaskan bahwa benda langit yang menjadi pusat revolusi benda-benda langit lainnya, apakah kita dengan semena-mena menolaknya karena bertentangan dengan anggapan kita selama ini ? Bukankah hidup akan menjadi sangat sederhana seandainya kita mau menyimak ayat-ayat Al-Quran dan penjelasan-penjelasan Hadist (yang shohih) dan menerimanya kemudian mengamalkannya ?
Cari yang selamat
barakllahufiik
selama ini .semoga teori heliosentris hancur bak teori evolusi sekarang....
karena pencetusnya adalah kafirun yang disesatkan oleh Allah tabaraka wa ta'ala.........................
tidak benar
relatifnya penafsiran
susah yah...
Bingung
Kemampuan kita yang sangat terbatas
siapa kita
dulu orang pergi ke bulan dianggap fakta yg tak terbantahkan namun skrng banyk ahli yg membntahnya. orang prgi ke planet lain aja gak prnh aplagi bikin kepastian tntang bmi klilingi matahari. teori atom slit bnyk asumsi, rahasia sel msih diteliti, virus HIV blm ada kpastian lalu bgmn dg bumi kelilingi matahari. mari kita berfikir.
pertanyaan
- kalau benar matahari yang mengelilingi bumi, kenapa bumi bisa berotasi?
- kalau benar bumi tidak berotasi, maka bagaimana caranya satelit bisa mengorbit?
- apabila satelit tidak bisa mengorbit, bagaimana anda bisa membaca pesan saya ini? ;)
@dhani
rotasi
@dhani
@fii
Seandainya matahari betul2 mengelilingi bumi, dan bumi sama sekali tidak berotasi, anda tidak akan bisa mengakses web ini, anda tidak bisa berbicara lewat telepon, tidak bisa menyaksikan siaran televisi lewat satelit, dan sebagainya. Ingat bahwa para perancang satelit telah memperhitungkan dengan teliti, baik posisi maupun ketinggian orbit satelit agar dapat berfungsi dg baik, dg memperhitungkan rotasi dan revolusi bumi. Seandainya bumi diam di tempatnya dan matahari yg mengelilingi bumi, niscaya semua perhitungan itu akan meleset.
ngerti nggak sih?
jadi yang disebutkan itu maksudnya adalah, SEMUA benda yang ada dilangit (luar angkasa) itu bergerak mengelilingi bumi. termasuk langit (luar angkasa) itu sendiri. trus, satelit? ya ngikut lah dengan langit. langit mengelilingi bumi, dan satelit (yang ada di langit) ikut.
begitu. :) coba digunakan iman untuk memahami ketetapan ulama. jangan hanya menggunakan otak manusia yang terbatas :)
semoga menjadikan pelajaran untuk kita semua
jangan gegabah
Isi buku: penafsiran yang keliru total
1. TIDAK ADA ayat Quran atau Hadits yang menyatakan bahwa matahari mengelilingi bumi.
2. Namun, penulis tetap ngotot berkesimpulan bahwa matahari mengelilingi bumi, dengan melakukan PENAFSIRAN yang keliru terhadap berbagai ayat & hadits.
Detail lebih lengkap bisa dibaca misalnya disini: http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188
Semoga menjelaskan.
gak bisa dibuka
sepanjang pengetahuan saya, ini namanya Harry Sufehmi yang ngotot bahwa penulis menafsirkan sendiri. padahal penulis hanyalah mengambil dari warisan Rasulullah dan ulama.
selain itu linknya gak bisa dibuka :p
Allahua'lam
jangan gampang memvonis ulama to...
utk pak sufehmi...nih ayatnya....
Untuk menjawab pertanyaan ini, kami nukilkan fatwa Syaikh al-Utsamin mengenai permasalahan tersebut, serta petunjuk Syaikh mengenai pelajaran geografi yang mengajarkan bahwa malam dan siang adalah akibat peredaran bumi mengelilingi matahari.
Syaikh al-Utsaimin berkata,
Kesimpulan pendapat kami mengenai rotasi bumi adalah bahwa dia termasuk perkara yang tidak ditetapkan atau ditolak oleh al-Qur'an dan as-Sunnah. Yang demikian karena firman Allah I dalam surat Luqman ayat 10 yang dijadikan dalil adanya rotasi bumi, tidak menjelaskan secara nyata tentang hal tersebut.
“Dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu.” (QS. Luqman:10)
Sekalipun sebagian orang berdalil dengan ayat ini, (beralasan) bahwa ungkapan “supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu” menunjukkan bahwa bumi bergerak. Seandainya bukan karena gunung tentu apa saja yang ada dipermukaannya telah berguncang (menurut pendapat mereka).
Mengenai firman Allah I,
“Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap.” (QS. al-Mu'min:64)
Juga tidak meniadakan rotasi bumi secara jelas. Karena kestabilan permukaan bumi akibat adanya gunung-gunung telah menjadikannya (seolah-olah) tidak bergerak sekalipun berrotasi.
Sedangkan pendapat kami seputar revolusi bumi, kami berpegang dengan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah yang menunjukkan bahwa matahari mengelillingi bumi yang berakibat pada adanya malam dan siang; sampai ada dalil pasti yang dapat dijadikan hujjah untuk memalingkan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah kepada pendapat bahwa bumi mengelilingi matahari, dan hal itu belum ada.
Yang wajib bagi seorang mukmin dalam perkara ini dan selainnya adalah berpegang dengan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah.
Di antara dalil yang menunjukkan bahwa matahari mengelilingi bumi sehingga berakibat pada adanya malam dan siang adalah firman Allah I,
“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri.” (QS. al-Kahfi:17)
Ada empat gerakan yang disandarkan kepada matahari. Terbit, condong, terbenam, dan menjauh.
Seandainya malam dan siang adalah dampak dari peredaran bumi terhadap matahari tentu firman-Nya menjadi, “Dan kamu melihat matahari jika nampak permukaan bumi olehnya dia condong ke gua mereka” atau (ungkapan) lainnya.
Dan telah sah bahwa Nabi r berkata kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam. “Apakah engkau tahu kemana dia pergi?” Abu Dzar menjawab, “Allah dan rasulnya lebih mengetahui.” Nabi berkata, “Sesungguhnya dia pergi bersujud dibawah Arsy dan meminta izin lalu diizinkan. Dan dia meminta izin dan tidak diizinkan. Kemudian dikatakan, kembalilah ketempat kamu muncul dan terbenamlah dari arah baratnya.”
Dalam riwayat ini dijelaskan adanya (gerakan) pergi, kembali, dan terbit. Hal ini menunjukkan bahwa malam dan siang terjadi akibat peredaran matahari mengelilingi bumi.
Mengenai apa yang dikatakan ahli falaq sekarang ini (bahwa bumi mengelilingi matahari), keterangannya belum mengantarkan kami sampai tingkat yakin, sehingga tidak dapat menolak dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah nabi kami.
Kami sampaikan bagi pengajar pelajaran geografi, jelaskan kepada para murid bahwa dzahir al-Qur'an al-Karim dan as-Sunnah menjelaskan bahwa malam dan siang terjadi akibat dari peredaran matahari terhadap bumi, bukan sebaliknya.
Jika para murid bertanya, mana yang harus kami ambil, apakah dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah atau apa yang mereka (ahli falaq) anggap nyata bahwa (bumi mengitari matahari)?
Jawabnya, kita mengambil dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah, karena al-Qur'an adalah Kalamullah I (ucapan Allah) yang telah menciptakan segala sesuatu, alam beserta segala isinya dan keadaanya, geraknya, dan diamnya. Firman-Nya adalah sebenar-benar perkataan dan paling jelas. Dia menurunkan al-Qur'an sebagai penjelas segala sesuatu. Allah mengabarkan bahwa Dia menjelaskannya kepada hamba agar mereka tidak tersesat. Sedangkan as-Sunnah, ia adalah ucapan utusan Tuhan semesta alam. Makhluk yang paling tahu dengan hukum-hukum dan perbuatan Tuhan-Nya. Tidaklah berbicara tentang hal ini melainkan dengan wahyu dari Allah U, karena tidak ada jalan untuk mengetahuinya melainkan dengan wahyu.
Pandangan saya –wallahu a’lam-- akan datang satu masa dimana para ahli falaq abad bekangan akan saling berbantahan sebagaimana mereka berbantahan mengenai pendapat Darwin seputar asal usul manusia.
[Majmu Fatawa Wa Rasail Fadilatusy Syaikh Muhammad Bin Shalih al-Utsaimin I/70-72] ------------------>>>>>>>>>>tulisan diatas adalah tulisan Syaikh Utsaimin atas pertanyaan apakah matahari mengelilingi bumi..--------->>>>masih berhubungan dengan komentar saya sebelumnya,yg mengucapkan pendapat yg saya tulis diatas adalah seorang ulama dari saudi..sudah saatnya bagi kita utk menhormati ulama...meski secara ilmiah pendapat bahwa matahari mengelilingi bumi belum terbukti..sabar to...insya Allah kebenaran itu akan terbukti..kita tinggal menunggu waktunya aja..OK?!
Bumi pusat jagat raya? idiot! Bukti bahwa penulisnya nggak ngerti Fisika & Astronomi.
bumi itu massanya kecil, benda yg massanya kecil gaya gravitasinya kecil juga. Nggak mungkin bumi bisa "mengikat" matahari yang massanya jauh lebih besar. Apalagi jagat raya.
Coba pikir juga, kalau bumi jadi pusat jagat raya maka pasti gaya gravitasinya luarrr biasa besar. Jika itu benar, maka pesawat nggak akan bisa terbang, satelit nggak bakal bisa diluncurkan, burung nggak bisa terbang, awan nggak ada diatas, cahaya nggak akan ada. Buktinya, "mengikat" pesawat aja nggak mampu, kok mengikat jagat raya.
Tapi ya itu kalo Anda ngerti apa itu gaya gravitasi. Boleh saja Anda bilang Fisika itu teori, nyatanya dengan ilmu fisika termasuk teori gravitasi, manusia bisa ke bulan, bisa bikin pesawat terbang, pesawat ulang alik, satelit.
Teori bumi mengelilingi matahari akan terbantah? Ya, mungkin, nanti waktu hari kiamat. Sampai saat itu tiba, bumi mengelilingi matahari adalah kenyataan, bukan teori.
Kita tidak boleh menuhankan akal, tapi kita juga nggak bisa menginjak-injak akal, apalagi sudah ada sesuatu yang sudah nyata. Wong bukti sudah ada kok masih dibilang teori.
Saran saya, jangan menulis buku tentang bidang apapun yang bukan kompetensi Anda. Memalukan.
Salam.
Tidak Mungkin
yang salah sebenarnya bukan Ayatnya maupun Sunnahnya, tetapi orang yang Menafsirkannya, banyak kejanggalan pada buku tersebut, contohnya bumi tidak berotasi, tetapi alangit berotasi ???
kalau memang begitu, internet, telefon, dll NGAK PERNAH DITEMUKAN
betul....
Tidak semua salafy berpaham Geosentris
http://faidzin.wordpress.com/2007/05/15/benarkan-bumi-ber-rotasi-dan-ber-revolusi/
Beliau termasuk salafy cerdas, yang barangkali satu-satunya salafy yang berani berbeda dengan penganut paham geosentris yang sudah usang, tidak mendidik umat, tidak bermanfaat.
Tidak layak dibeli
seandainya anda menolak heliosentris karena kekafiran pencetusnya, kok anda make internet? militer kafir amerika lho yang ngbuat dan ngembanginnya.
Silahkan dibaca
silahkan mencerca buku ini, penulisnya, serta ulama ulama yang mendukungnya. sesungguhnya Allah akan memberi imbalan yang setimpal pada setiap amalan kita. di dunia dan di akhirat kelak.
pembuktiannya hanya akan ada nanti. saat kita menghadap Allah.
Tetap INGKAR terhadap buku itu
Ingkari saja buku tersebut !
Demi ALLAH yang mahakuasa.
saya masih yakin akan BUMI MENGELILINGI MATAHARI dan BUMI BUKAN PUSAT ALAM SEMSETA. sebelum ada MUKZIZAT dari ALLAH SWT yang membuktikan kalau geosentris itu benar.
saya juga seorang MUSLI, tetapi ketahuilah bahwa teori GEOSENTRIS itu berasal dari GEREJA VATIKAN, dan bukan berasal dari ummat ISLAM. bukannya saya anti kristn, tetapi justeru HELIOSENTRIS berasal dari ilmuwan-ilmuwan ISLAM
Wallahuala bisshowab
matahari mengelilingi bumi
mthr kll bumi
Mthr kll bumi
Bisakah saudara menjaelaskan bagaimana terjadinya perubahan fase bulan dari bulan sabit menjadi bulan sabit kembabali...? Peristiwa perubahan fase itu hanya bisa terjadi jika matahari dan bulan yang mengelilingi bumi, dan bumi diam dan tidak berotasi....Bukankan bulan mengelilingi bumi selama 23 jam 50 mnt, terlambat 10-11 menit setiap hari...Inilah yang menyebabkan HANYA terjadi masa Ijtima (Bumi-bulan-Mthr dalam 1 garis lurus) hanya terjadi 2 x sebulan..Bukankah memang demikian kenyataannya? Sebaliknya pendapat yang mengatakan bahwa bumi yang berotasi selama 24 jam dan matahari yang diam, maka posisi ijtima akan terjadi 1 kali dalam sehari, dan ini tidak sesuai kenyaataan, karena kenyataannya bulan juga mengitari bumi...Jadi Konsep matahari mengelilingi bumi, meupakan konsep yan kacau, bagai yang mngerti bagaimana terjadinya perubahan fase bulan....
matahari mengelilingi bumi
maksudnnya
mungkin maksudnya 'bumi mengelilingi matahari' yang konsepnya kacau. atau ane yang telmi ya? .. ~_~"
itu menakjubkan
Saya mau bukti bukan janji
Emang dari segi judul buku ini suangggaaat bombastis. Saya sudah lihat isinya, belum baca sampai selesai sih. Tahu kenapa? Karena bagi saya buku ini hanya menyajikan pendapat, tanpa disertai fakta-fakta ilmiah. Apa Dunia ini akan percaya hanya dengan semata opini seseorang? Tidak! Dunia sains tidak akan begitu saja menerima suatu teori tanpa adanya bukti. Buktikan, secara ilmiah juga, agar bisa diterima secara ilmiah. Lakukan penelitian secara astronomis. Beri kami bukti. Lalu silakan terbitkan buku lagi.
@atasku
apa y...
Gk Kan????
begitu pula yang dikatakan oleh orang orang jaman dahulu mengenai al-Quran yang membahas tentang penciptaan manusia di dalam rahim.
"Quran bukan kitab kedokteran"
tapi kenyataannya, Quran adalah kebenaran. Sehingga entah itu astronomi, kedokteran, atau yang lainnya, selama terdapat dalam al-Quran, maka itu adalah kebenaran yang mutlak
Allah SWT tentu saja bisa melakukan berbagai hal yang diluar akal kita, namun kenapa dia perlu membuat umat manusia bingung dengan membuat matahari mengelilingi bumi yang melawan berbagai penelitian empiris.
Apabila ada tulisan di Al quran yang mengatakan bahwa matahari terbit dan tenggelam tentu saja tidak segera membuktikan bahwa matahari mengitari bumi, hingga kini secara kebahasaab kita sering berkata seperti itu namun bukan berarti matahari bergerak mengitari bumi. Menurut saya bumi (seperti benda langit lain) juga pasti berotasi, kalau tidak tidak mungkin bumi dan lainnya berbentuk bulat seperti ini.
Buku ini buku yang dibuat oleh orang Bodoh!!
hanya orang yang tidak berpendidikan yang percaya isi buku ini.
Inggris:
the galactic center, completing one revolution in about 225–250 million years. Its approximate orbital speed is 220 kilometers per second, plus or minus 20 km/s. This is equivalent to about one light-year every 1,400 years, and about one AU every 8 days. These measurements of galactic distance and speed are as accurate as we can get given our current knowledge, but will change as we learn more.
Indo:
Matahari mengorbit pusat galaksi Bima Sakti dengan jarak rata-rata 26.000 tahun cahaya dari pusat galaktik, dan menyelesaikan satu revolusi dalam sekitar 225-250 juta tahun. Kecepatan orbital rata-ratanya adalah 220 kilometer per detik, atau kurang lebih sekitar 20 km/s yang merupakan ekuivalen dari sekitar satu tahun cahaya setiap 1.4000 tahun, dan sekitar satu AU setiap 8 hari. Pengukuran jarak dan kecepatan tersebut seakurat kita mendapatkan pengetahuan terbaru, namun akan berubah ketika kita mengetahui lebih jauh.
Mungkin yg dimaksud ayat Al-Qur'an seperti pada kutipan dari artikel Wikipedia Inggris di atas. Terjemahan boleh dicek. Tapi saya lebih percaya bumi mengelilingi matahari daripada sebaliknya dan saya percaya pada ayat Al-Qur'an klo matahari sebenarnya mengorbit. Dan orbot itu adalah pusat galaksi bukan bumi! Dan klo tetep ngotot bumi sbg pusat, silahkan kembali ke berarti bukan umat yg berpikir! Dan btw, hadits tidak semua sahih! Dan juga AL-QUR'AN TIDAK MUNGKIN BERTENTANGAN DENGAN ILMU KECUALI MUKJIZAT!! Klo Al-Qur'an bertentangan dengan ilmu ngapain Qur'an membahas tentang ilmu!!!??!!! Bukannya percuma saja!!!
Bagi Saudara Salafy, Anda bisa merujuk pendapat Syaihk Albani yang berbeda pendapat terhadap Syaikh Utsaimin terhadap masalah ini. Ini saya kemukakan karena meskipun semua teknologi terkini telah mampu membuktikan bahwa bumilah yang mengitari matahari, tetapi Anda semua tidak akan percaya sampai 'ulama dari golongan Anda sendiri yang membantahnya. Insya Allah.
Namun tidak ada satu pun manusia yang dijamin oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW selalu pasti benar dalam segala halnya. Bahkan para shahabat yang mulia dan dijamin masuk surga sekalipun, terkadang tidak saling sependapat dalam banyak masalah antara sesama mereka. Perbedaan pandangan di kalangan shahabat nabi SAW menunjukkan bahwa seseorang bisa saja punya pendapat yang berbeda dengan saudaranya, tanpa harus terjadi permusuhan atau saling ejek di antara mereka.
Para ulama sejak masa salaf dahulu, banyak yang berbeda pendapat. Di antara mereka ada yang benar dalam ijtihad dan di antaranya ada yang salah. Bahkan Imam As-Syafi'i rahimahullah pernah mengoreksi pendapat-pendapatnya yang telah ditetapkan sebelumnya. Sehingga ada dua qaul dalam mazhabnya, yaitu qaul qadim ketika beliau tinggal di Iraq dan qaul jadid ketika beliau tinggal di Mesir.
Bahkan para ulama di level mujtahid mutlak sekalipun tidak pernah mewajibkan manusia untuk hanya berguru kepada dirinya sendiri saja. Bagi mereka, bila ada orang yang ingin berpendapat sebagaimana pendapat dirinya, boleh saja. Tapi bila menolak dan mengambil pendapat ulama lain, mereka ikhlas dan sama sekali tidak sakit hati.
Bila di masa sekarang ini ada pendapat dan pandangan dari ulama tertentu yang barangkali tidak kita sejalan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, boleh saja hal itu ditolak dan tidak berdosa. Asalkan ada pembanding dari pendapat ulama lainnya yang dirasa lebih kuat hujjahnya.
Matahari Mengelilingi Bumi?
Benar bahwa salah satu di antara ulama yang berpendapat bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi adalah Syeikh Al-Utsaimin. Keluasan ilmu beliau dan kedalamannya dalam masalah agama, tentu tidak perlu diragukan lagi. Namun bukan berarti beliau harus selalu benar dalam semua pendapatnya.
Apalagi yang beliau sampaikan bukan terkait dengan masalah umurdiniyyah, melainkan tsaqafah umum terkait dengan sebuah fenomena alam yang di dalam Al-Quran disampaikan lewat isyarat. Bukan lewat pernyataan yang bersifat eksplisit. Artinya, kesalahan dalam memahami hal-hal seperti ini tidak berpengaruh pada masalah aqidah dan syariah, namun lebih kepada informasi tentang fenomena alam dan ilmu pengetahuan.
Kalau kita teliti lebih dalam, sebenarnya di dalam Al-Quran tidak pernah ada ayat yang bunyinya secara tegas menyebutkan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi tidak ada satupun yang menyebutkan dengan mengelilingi bumi.
Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya. Semua pernyataan itu tentu tidak boleh kita tolak. Namun sekali lagi, Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa matahari MENGELILINGI bumi. Tidak ada ayat yang bunyinya: asyamsu taduru haulal ardhi.
Walhasil, secara zahir nash tidak ada pernyataan di dalam Al-Quran bahwa matahari mengelilingi bumi.
Kalau pun matahari disebutkan telah bergerak dalam arti terbit, terbenam, condong dan sebagainya, tidak ada seorang muslim pun yang menolaknya. Karena zhahir nash memang mengatakan demikian. Perhatikan ayat-ayat berikut ini:
Dan Dia telah menundukkan bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar; dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.(QS. Ibrahim: 33)
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.(QS. Yasin: 40)
Ilmu pengetahuan sekarang ini tidak menafikan bahwa matahari beredar dan tidak diam. Sampai di sini tidak ada perbedaan antara ayat dengan ilmu pengetahuan. Tetapi ayat ini tidak menyebutkan apapun tentang matahari bergerak mengelilingi bumi. Ayat ini hanya menyebutkan bahwa matahari hanya bergerak saja pada garis edarnya tanpa menyebutkan bahwa garis edarnya mengelilingi bumi.
Namun semua yang terkait dengan informasi matahari itu sangat dikaitkan dengan pandangan subjektif manusia. Di mana Allah SWT memang berfirman untuk umat manusia. Maka boleh saja disebutkan bahwa matahari itu terbit, tentunya dari sudut pandang manusia. Padahal sesungguhnya, matahari tidak pernah pergi menghilang dari wujudnya, dia hanya menghilang dari pandangan mata kita saja.
Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan ayat berikut ini:
Hingga apabila dia telah sampai ke tempat ter benam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata, "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka." (QS Al-Kafhi: 86)
Kalau kita lihat zhahir nash ayat ini, jelas sekali disebutkan bahwa ada tempat terbenamnya matahari, di mana matahari bukan hanya terbenam, tapi disebutkan tempatnya masuk ke dalam bumi, yaitu di laut yang berlumpur hitam. Tetapi apakah matahari turun ke bumi dan masuk ke dalam laut? Tentu tidak bukan. Ini hanya pandangan subjektif seseorang yang melihat seolah-olah matahari masuk ke dalam laut. Padahal hakikatnya matahari berjarak 8 menit perjalanan cahaya dari bumi.
Di dalam dalil lainnya yang juga shahih, disebutkan hal yang lebih aneh lagi. Yaitu matahari pergi ke 'Arsy.
Nabi SAW berkata kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam. “Apakah engkau tahu ke mana dia pergi?” Abu Dzar menjawab, “Allah dan rasulnya lebih mengetahui.” Nabi berkata, “Sesungguhnya dia pergi bersujud di bawah Arsy dan meminta izin lalu diizinkan. Dan dia meminta izin dan tidak diizinkan. Kemudian dikatakan, kembalilah ke tempat kamu muncul dan terbenamlah dari arah baratnya.”
Kalau memang hakikatnya matahari pergi pulang ke arsy tiap hari, dalam logika kita manusia di muka bumi, tentu harus ada masa dalam 24 jam bumi tidak mendapat sinar matahari dan juga alam semesta. Namun separuh manusia yang melata di muka bumi ini selalu dalam keadaan melihat matahari. Matahari tidak pernah tenggelam dari pandangan seluruh manusia di bumi.
Matahari hanya kelihatan terbit buat segelintir orang yang kebetulan berada pada posisi matahari terbit. Demikian juga matahari hanya terbenam dalam pandangan manusia yang kebetulan berada di belahan bumi yang sebentar lagi membelakangi matahari. Dan semua itu terjadi bergantian. Tapi sesungguhnya matahari tidak pernah absen dari kita. Yang terjadi sesungguhnya, manusia lah yang absen dari matahari dengan membelakanginya.
Dan karena Al-Quran bukan kitab astronomi, bahkan punya unsur sastra yang tinggi, maka sah-sah saja semua ungkapan yang seolah-olah menggambarkan bahwa matahari melakukan semua gerakan itu. Tanpa harus terjebak untuk menjelaskannya secara astronomi.
Seperti ungkapan indah Al-Quran tentang malam dan siang yang saling berkejaran, apakah kita mau artikan bahwa malam dan siang itu seperti dua anak kecil main kejar-kejaran atau main petak umpet? Tentu tidak, bukan? Ungkapan berkejaran itu adalah gaya bahasa yang indah, tapi jangan dipahami terlalu teknis dan sederhana.
Bahkan di dalam Al-Quran bertabur ayat yang punya gaya ungkapan bahasa yang indah, kadang sampai terasa aneh. Misalnya, uban yang tumbuh di kepala nabi Zakaria, disebutkan dengan ungkapan khas yaitu uban berkobar di kepala. Berkobar itu kan sesungguhnya sifat dari api. Tetapi apakah benar kepala nabi Zakaria itu terbakar? Tentu tidak, bukan?
Ia berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah berkobar dengan uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo'a kepada Engkau, ya Tuhanku." (QS Maryam: 4)
Kebenaran Ilmu Pengetahuan
Namun lepas dari perbedaan pendapat dalam memahami nash Quran, kita pun harus tahu bahwa kebenaran dalam ilmu pengetahuan pun tidak pernah mutlak. Setiap kali selalu saja ada teori yang tumbang dengan teori baru. Setiap saat selalu saja muncul penemuan dan kebenaran baru, untuk sampai saatnya akan tumbang digantikan dengan yang baru.
Apa yang kita yakini sebagai kebenaran empiris tentang ilmu astornomi, sangat kita yakini suatu hari akan tumbang dengan fakta terbaru.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Penafsiran Al-Qur'anul Karim wajib menggunakan akal sehat, sebab akal-lah yang membedakan manusia dengan satwa!
Secara pandangan mata biasa, memang tampaknya Matahari itu mengelilingi Bumi kita, dan binatangpun melihat itu demikian! Namun bukankah manusia diberi akal sehat oleh Sang Mahapencipta? Bukankah makhluk berakal semacam kita ini diwajibkan meneliti ilmu sebelum kita mempercayainya?
Perlu diketahui bahwa besar Matahari kurang-lebih 1.300.000 kali Bumi kita!
Mana mungkin bal pimpong memutari sebutir debu!
Lebih celaka lagi kalau kita masih percaya bahwa Bumi kita ini diam, padahal nyata-nyata berotasi pada porosnya dan beredar mengelilingi Matahari!
Untuk membuktikan bahwa Bumi berputar pada porosnya, mudah saya! Cari di langit selatan sebuah bintang yang tertotok oleh arah sumbu rotasi Bumi.
Arahkan kamera SLR yang telah dikukuhkan pada tripod ke bintang yang kedudukannya tampak tetap tersebut. Kecepatan stel pada 1/B dan tahan beberapa jam agar layar lensa tetap terbuka!
Hasil fotonya merupakan "Star-Trail", menggambarkan tapak-tapak bintang lainnya yang sirkular, yang menandakan bahwa Bumi kita berotasi pada porosnya!
Semua orang bisa mencobanya agar kita tidak salah menafsirkan ayat-ayat Qur'an dengan cuma hurufiskik belaka!
Saya katakan, Al-Qur'anul Karim bukan untuk satwa, namun untuk manusia!
Dari insan yang paling bodoh sejagat raya,
Dedy Suardi
www.protagon.wordpress.com
kapan ummat bisa pinter ya kalo setiap ayat di artiin 'mentah2'?......
lucu aja liat komen2 di bawah...... kesannya setiap omongan dari kafirun langsung kena blacklist.... tanpa alasan apapun.
kalo begitu, silakan artiin secara mentah "matahari tenggelem di lumpur hitam"......
karena setahu saya tidak ada dalilnya.
sy sngt tertarik melihat komen2 diatas.. ada yg pro n kontran n sebagainya.. sampai ada komen yg nge-bodohin org yg nulis lah.. berarti yg blg bodoh itu org bodoh juga donk.. ibarat kata, klo org gila pasti blg org yg waras itu gila?? itu jg tanda org sombong..
Smua didunia ini kan berbeda ga ada yg sama, ada siang ada malam, ada terang ada gelap, ya macem2 lah.. begitu jg dg pendapat ada yg benar ada yg salah, tp smua nti akan terkuak kebenaran itu smua.. Hanya Allah yg tau kebenaran itu..
sebaiknya kita menyikapi sperti komen nya Ust Ahmad Sarwat, Lc.. lebih dewasa dalam menyikapi tp tidak membodoh2i..
mhn maaf jika ada kata2 yg ga berkenan.. kesalahan2 itu dtg nya dari diri sy pribadi dan kebenaran hanya lah dr Allah SWT.. Ampunilah kami ya Allah..
Wass
mungkin beda penafsiran
Rahsia Penciptaan Dari Arash Ke Bumi
1) Matahari sebenarnya lebih kecil daripada bumi. Saiz matahari yang besar itupun sekadar teori sains sahaja.
2) Malam dan Siang itu adalah 2 makhluk yang berasingan. Hanya kebetulan menjadi siang serentak kerana hadirnya matahari. Terjadinya malam bukan kerana tiadanya matahari. Sila baca buku tersebut dikupas dengan detail.
3) Terdapat beberapa tafsiran mengenai Arash, Bumi, Angin, Graviti dan sebagainya yang sukar untuk saya menerimanya, namun dalam konteks Matahari Mengelilingi Bumi, saya udah dapat menerimanya dengan rasa ketakwaan dan keyakinan.
Sekian. Wassalam
Dr Ridzuan
Percaya 80%
penjelasan yang bodoh
jadi mengapa kita harus percaya ma yang men tafsirkan toh di kan belum tentu benar ,./,./ liat aja kenyataan nya .,/,bahwa bumi yang berputar mengelilingi matahari/.,
dan jangan bawa2 ISLAM ya untuk penafsiran yang ga jelas dan ga masuk akal./,apalagi pake bawa Al - Quran yang jelas dan nyata itu benar.,
klo di buktikan pastinya bumi yang mengelilingi matahari,. jadi Al - Quran itu gak pernah salah kta yang mentafsirkan lah yang salah apa lagi klo yang mentafsirkan itu ga punya ILMU duh jadi kacao nih agama ISLAM./, klo orang yang mengajar aja bodoh apalagi yang di ajari /./>/> jadi kesimpulannya kita harus percaya dan berpegang teguh kepada Al -Quran dan sunah Nabi.,., bukan pada orang yang mentafsirkan././././.
Menongso
menurut ana
Jadi pertanyaannya adalah : apakah kita di Indonesia sudah bisa pakai mobil terbang ? Karena disana .... sudah loh ...
penyaksian ana
Matahari mengelilingi bumi sesuai dengan akal
La trus kalo belum tahu bumi mengelilingi matahari benar
ga penting mempermasalahkan yg sudah ada dalam kadar dan ketentuanNya
Betapa bodohnya kalian semua yg mengkaji hal yg sudah ada dalam kadar dan ketentuanNya...betapa pintarnya penerbit buku itu mencari judul agar laris di pasaran dan mengakibatkan perdebatan yg tidak penting bagi saya....!!!
penulis buku sudah benar
67. 5. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.
- apa yg dimaksud dengan"langit yang dekat"?
-apakah ada "langit yang jauh"?
-Bintang dijadikan alat pelempar syaitan. Bagaimana dengan hukum2 fisika apakah masih berlaku thd bintang yg massanya sangat besar itu?(hukum gravitasi,hukum kelembaman dsb).
bumi mengelilingi matahri????
waktunya berpikir maju mas ..mbak.. bukan kembali ke jaman kejahiliaan...
tengah-tengah ja!
ketika perbedaan pendapat ada maka itu bukan suatu kesalahan.
MENGUTAMAKAN WAHYU ALLAH DARIPADA AKAL
Bismillah, Alhamdulillah, amma ba’du.
Allah berfirman: Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" INGATLAH, SESUNGGUHNYA MEREKALAH ORANG-ORANG YANG BODOH; TETAPI MEREKA TIDAK TAHU. (QS. Al Baqarah: 13)
“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.(QS. Al Muthaffifin: 29)
”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS. An-Nisa’: 59-61).
Saya sangat setuju bahwa matahari berputar mengelilingi bumi. Apakah jika saya percaya pada pendapat seperti ini disebut dengan bertaqlid. Pertama-tama harus kita pahami dahulu apakah arti dari bertaqlid. Bertaqlid adalah mengikuti pendapat seseorang tanpa mengetahui dasar hukumnya dari Al Qur’an dan As Sunnah (hanya membeo tanpa berimu). Padahal jika kita melihat tulisan di atas banyak mengambil ayat Al Qur’an, Hadits shohih riwayat Bukhari, Atsar dari Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, perkataan Imam Mazhab Ibnu Hazm, tafsir paling terkemuka dari zaman dulu sampai sekarang seperti Ibnu Katsir dan Al Qurthuby, pendapat ahli hadits Ibnu Hajar yang mensyarah Kitab Bukhari dalam Fathul Barri, pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan pendapat ulama-ulama yang lain.
Apakah ini dinamakan taqlid??????? (Tentu bukan, karena ada dasarnya, tidak sekedar membeo).
Apakah ini dinamakan fanatik mazhab??????? (Tentu bukan, karena ada mazhab Zhahiri yaitu Ibnu Hazm; ada yang tak bermazhab seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin; Ibnu Katsir, Al Qurthuby, dan Ibnu Hajar juga mempunyai mazhab yang berbeda pula, dsb)
PESAN UNTUK PARA PENDEWA AKAL (Lebih mengutamakan akal drpd wahyu Allah)::::::>>>>
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Ibrahim ’alaissalam tidak bisa dibakar oleh api?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Musa ’alaissalam bisa membelah lautan?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Isa ’alaissalam bisa menghidupkan orang yang mati?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam bisa membelah bulan?
Apakah kalian bisa menjelaskan menggunakan akal kalian mengapa Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam bisa melakukan Isra’ Mi’raj yang menempuh jarak yang sangat jauh hanya dalam waktu semalam?
Tentu akal manusia tidak akan bisa menjawab. Oleh karena itu, sikap orang yang beriman adalah menerimanya dengan sepenuh hati dan diam. Tidak perlu bertanya mengapa bisa begini, mengapa bisa begitu? Dia-lah Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, SEDANGKAN ILMU MANUSIA TIDAK AKAN PERNAH MAMPU SEDIKITPUN MENGUNGGULI ILMU ALLAH.
Sesungguhnya agama ini tidak dibangun atas dasar akal, tetapi dibangun atas dasar hujah yang nyata yaitu wahyu Allah. Demikianlah seharusnya sikap orang yang beriman yaitu apabila dibacakan ayat-ayat Allah maka mereka mendengar dan mentaatinya, beriman dengan sepenuh hati mereka. Apabila akal mereka tidak mampu memahami, maka mereka akan menuduh dirinya sendiri bahwa akalnya telah rusak karena tidak mampu menerima wahyu Allah.
Memang benar bahwa manusia merupakan makhluk yang paling tinggi derajatnya karena telah dianugerahi akal oleh Allah. Tetapi sebaliknya, Allah akan menurunkan derajat manusia ke derajat yang serendah-rendahnya manakala akal tersebut tidak dapat digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah.
Allah berfirman: ”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” (QS. At-Tin: 4-6)
Sebenarnya telah banyak ilmu pengetahuan dalam Al Qur’an dan Al Hadits yang BARU-BARU ini terungkap oleh para ilmuwan. Seperti pemisahan langit dan bumi (Al Qur'an, 21:30), mengembangnya alam semesta (Al Qur'an, 51:47), garis edar benda-benda langit (Al Qur'an, 51:7, 21:33, 36:38), relativitas waktu (Al Qur'an, 22:47, 32:5, 70:4, 23:122-114), besi diturunkan dari langit (Al Qur'an, 57:25), perkawinan yang dilakukan oleh tumbuhan (Al Qur'an, 36:36), lapisan atmosfer langit (Al Qur'an, 41:11-12), angin yang mengawinkan (Al Qur'an, 15:22), proses pembentukan hujan (Al Qur'an, 30:48), fungsi gunung sebagai pasak bumi (Al Qur'an, 21:31, 78:6-7), adanya pemisah antara 2 lautan yang bertemu (Al Qur'an, 55:19-20), bagian otak yang yang mengendalikan gerak kita (Al Qur'an, 96:15-16), 3 lapis kegelapan yang dialami bayi dalam perut ibunya (Al Qur'an, 39:6), menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran sungguh bermanfaat (Al Qur'an, 31:14), proses pembentukan manusia (Al Qur'an, 23:14), tanda pengenal manusia pada sidik jari (Al Qur'an, 75:3-4), pada sayap lalat yang satu ada racun sedangkan sayap yang lain ada penawarnya (HR. Bukhari, Ibnu Majah, dan Ahmad), dsb.
Wallahu a’lam.
Allah berfirman: "Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." (Al Qur'an, 18:29)
Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan.
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
yang aku percaya
Bumi berotasi, berputar pada porosnya, itu sebabnya matahari tampak berputar dari timur ke barat.
Dan Bumi mengitari matahari : yang ini istilahnya Berevolusi, waktunya 365 1/4 hari.
Istilah berputar dan berevolusi silahkan dipahami lebih lanjut.
wassalam.
maha suci Allah
sesungguhnya mereka yang sedikit itu mencintai kebenaran...yang haq .
padahal sudah gamblang dari para 'ulama...lalu ? orang yang HANYA MENGIKUTI TEORI'' mereka yang sudah kita ketahui dari SD..bahkan mungkin tidak lebih tahu daripada 'ilmuwannya itu sendiri...
secara tidak langsung mencela mereka para ahli 'ilmu . dari bidang tafsir.. dst.
menyedihkan .
wallahuta'ala a'lam
Benar Or Tidak Benar
Cuma buat ana ada satu yang seharusnya kita pikirkan selain berdebat...yiatu saudara2 kita sedang di bantai oleh Israel.......
Kalo untuk menacari siapa yang benar harus ada pembuktian nya dulu. Soalnya setahu ana Islam dan Akal itu berbanding lurus kecuali untuk mukjizat yang Allah berikan pada para Rosul.
So .........Bantulah sodara2 kita di Palestine
reply buat pak ono
BIARLAH FAKTA YANG BERBICARA
BUMI MELAKUKAN ROTASI
JADI YAKINLAH BUMI MELAKUKAN ROTASI UNTUK PERGANTIAN SIANG DAN MALAM SELAMA 24 (DUA PULUH EMPAT) JAM , DAN HAL INI (ROTASI) DAPAT DIMONITOR MELALUI PERBEDAAN WAKTU DAN POSISI MATAHARI DI SEPANJANG DAERAH KHATULISTIWA , PADA SETIAP PERBEDAAAN WILAYAH SELUAS 15 (LIMA BELAS) DERAJAT PERBEDAAN WAKTUNYA SELAMA 1 (SATU) JAM , YAITU LUAS LINGKARAN BUMI GARIS KHATULISTIWA 360 (TIGA RATUS ENAM PULUH) DERAJAT DIBAGI (:) 24 (DUA PULUH EMPAT) JAM SAMA DENGAN (=) 15 (LIMA BELAS) DERAJAT PER JAM .
DAN UNTUK MEMBUKTIKAN ADANYA ROTASI DAN PERBEDAAN WAKTU DALAM SAAT YANG BERSAMAAN , DAPAT DENGAN CARA MENGHUBUNGI 24 ORANG KENALAN KENALAN ANDA DI FACE BOOK , PADA DAERAH DAERAH SEPANJANG GARIS KHATULISTIWA , DALAM SETIAP PERBEDAAN WILAYAH 15 DERAJAT DARI POSISI KOMPUTER YANG ADA DI DEPAN ANDA SEKARANG , DAN DAPAT ANDA BUKTIKAN ADANYA ROTASI AKIBAT PERBEDAAN WAKTU PADA SAAT YANG BERSAMAAN , DENGAN CARA MISALKAN MELALUI CHATING DI FACE BOOK DENGAN KENALAN KENALAN ANDA TERSEBUT . SILAHKAN DICOBA DAN DIBUKTIKAN KALAU MASIH RAGU RAGU , SEBAB TIDAK MUNGKIN MATAHARI SANGAT DEKAT DENGAN BUMI NANTI BISA HANGUS TERBAKAR , ATAU TERJADI PEREDARAN SUPER CEPAT SELAMA 1 (SATU) HARI UNTUK PERGANTIAN WAKTU SIANG DAN MALAM , NANTI TIDAK TERJADI PERUBAHAN MUSIM DI BUMI , SEBAB TERJADINYA PERUBAHAN MUSIM AKIBAT DARI POSISI MATAHARI TERHADAP BUMI , DAN TERJADINYA PERUBAHAN MUSIM DI BUMI ADA DI DALAM AL QUR'AN .
ighfiruu
umatislam jangansaling menjatuhkan yah terkecuali yang berdakwah itu sesat lagi menyesatkan.
tambahan
ana cuma mw nambahin...mungkin do'anya nabi Yusa bin Nun bisa dijadikan juga sebagai hujjah penguat....
ane lupa bunyi do'anya....klo nggak salah minta supaya matahari ditahan...agar waktu ashar lebih panjang...nah ini kan sebagai bukti juga bahwa yg menyebabkan siang malam adalah pergerakan matahari ..............sebagai referensi aj
tetap belajar
tapi tetap belajar demi nenjdi lebih baik ok,,,,
wallahu a`lam
KACAU...
Dasar wahabi... sampai kapan sih bikin sensasi aneh di umat ini...
Buku sesat
Jadi syaiton tidak menggunakan logika utk menyesatkan kita, melainkan menggunakan ayat-ayat karena syaiton tahu kita tidak akan menggunakan logika dan memilih ayat-ayat.
Dan saya sarankan untuk tidak menggunakan nickname yang mengundang kontroversi.
Jazakumullahu khairan.
Matahari Mengelilingi Bumi, itu benar!
shohib, mengapa harus mempertentangkan matahari mengelilin bumi? Bukankah bumi ini adalah teristimewa, karena di dalammnya, rasul-rasul diutus, Allah menempatkan ka'bah yang menjadi kiblat umat Islam di dunia. sudahlah! tidak usah mengagung-agungkan akal. Orang Islam Shalat, semuanya menghadap ke baitullah, karena Baitullah itulah rumah Allah. Sentral penyembahan seorang hamba kepada Khaliq-Nya. Ini mengisyaratkan, bahwa semua apa saja yang ada di alam jagat raya ini, menyembah dan tunduk kepada Allah. Dan rumah Allah adalah baitullah (ka'bah). Oleh karena itu, wajarlah apabila alam jagat raya ini menghadapkan diri kepada Allah melalui Baitullah. Jadi, terimalah ini sebagai sebuah keimanan kepada-Nya.
BAGAIMANAPUN PENDAPAT MEREKA ANA TETAP MEMBENARKAN BUKU TERSEBUT!
MNUSIA TIDAKLAH SESEMPURNA NABI
al qur"an adalah kitab suci islam,isi dari al qur"an memenglah sempurna,nyata dlm khidupan d dunia maupun d ahirat,
tapi........???!!
apakah manusia sesempurna nabi,,..?
apakah kmampuan berphikir manusia bisa mlebihi cara fikir nabi,,,?
jadi kesimpulanya,,,..
penafsiran para ulama tentang isi al"quran belum 100% benar,,,,,jd teory matahari mengelilingi bumi,,,bisa saja salah tafsir...
mungkin allah SWT manggambarkan sperti itu ,tp maksud dri itu smua manusia harus berusaha membuktikan smua itu dengan cara....berfikir kedepan & melalui akal mereka sehingga tehnology bisa membuktikan smua itu,,,artinya,,manusia tidak akan kembali k jaman jahiliah...,lg,!!!
wassallam...
tafsiran
q tambah kan satu bentuk tfsiran yg logis...
q pernah denger d salah satu ceramah agama,seorang ulama mengatakan,"salah satu tanda2 kiamat adalah tidak adanya ibu2 yang hamil," dlm artian gk ada wanita yg hamil atau mengandung,,,
apa yg dapat qt simpulkan,,,,???
bukan berarti wanita udah gak da yg hamil,atau dah gk bisa hamil..pada masa ahir jaman,tapi...
"pada masa ahir jaman udah banyak terjadi perzinahan d mn2,,,dan saat itu pula alat kontrasepsi udah smakin marak d gunakan di
umum(smua kalangan)gk pduli anak2,remaja,orang dewasa," inti dari itu smua banyak trjadi perzinahan karna dah gk punya resiko hamil...karna adanya alat kontra sepsi.
jadi menurut anda,,,,,,????
bisa mengartikan sendiri,,,bahwa tafsir al qur"an gak harus sama apa yg tertulis d dlmnya...
msih banyak misteri2 d dlmnya,manusia gk bkalan bisa menafsirkan smua ,karna manusia tidak lah sesempurna nabi......
wassalam/.............
Syaikh Utsaimin TIDAK pernah mengklaim Matahari Mengelilingi Bumi
http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-18311
http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/#comment-19440