Tulis Komentar Anda tentang Produk ini. Komentar harus sesuai dengan Syarat dan Ketentuan
Mati Tersenyum, Mati Tersiksa | ||
Overview |
||
| ID Produk | 1153 | |
| Kategori | Buku Islam | |
| Berat per unit | 0.37 kg | |
| Harga | Rp 56.900 | |
Spesifikasi |
  | |
| Ukuran | 15cm x 21cm / 15,5cm x 24cm | |
| Penulis | Sa'ad bin Said Al-Hajari | |
| Tebal | 358 Halaman | |
Deskripsi |
||
|
Hanya ada dua jenis sakaratul maut (detik-detik di ambang kematian), mat dalam keadaan tenang dan bahagia (husnul khatimah), serta mati dalam keadaan tersiksa dan merana (su'ul khatimah). Kematian jenis pertama insya Allah selalu ditutup dengan mengucapkan kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah. Dan cara matinya bermacam-macam. Ada yang seusai membaca Al-Qur'an, saat sedang sujud, saat pulang dari menuntut ilmu, saat melaksanakan haji, mati karena berperang membela agama Allah, mati tenggelam, mati terbakar, mati setelah berdzikir, mati setelah beramal shalih dan kondisi-kondisi baik lainnya. Kematian jenis kedua insya Allah tidak akan mampu mengucapkan kalimat Tauhid, dan bila ia mampu berbicara, ia akan mengucapkan kata-kata kotor atau dosa saat menjelang kematiannya. Dan cara matinya biasanya dengan bermacam-macam cara yang buruk. Ada yang sedang melakukan maksiat, ada yang sedang berzina atau selingkuh, mati karena over dosis, mati saat berjoget dan menyanyi, mati setelah sumpah palsu, mati setelah menghina agama, mati ketika mengumbar nafsu di negeri kafir, mati setelah berbuat dosa dan kondisi-kondisi buruk lainnya, na'udzubillah. Kita tidak bisa merekayasa kematian kita. Karena cara mati seseorang itu tergantung amalnya sehari-hari sewaktu di dunia. Rasulullah SAW bersabda, "Setiap orang yang mati ditutup (catatan amalnya) dengan amal perbuatan (yang biasa ia lakukan)." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dengan sanad shahih).Maka masalah kematian dan sakaratul maut adalah masalah penting. Karena ia adalah pertanda baik buruknya seseorang kelak di Akhirat, sebuah kehidupan yang kenikmatan dan siksanya bersifat abadi. Ironinya, mayoritas manusia hanya memburu kenikmatan dunia yang sementara. Padahal kenikmatan seseungguhnya adalah kenikmatan hidup di Akhirat. Adapun di dunia maka kesenangannya bisa berganti dengan duka, kesuksesannya bisa berganti dengan kegagalan, kecantikannya akan berubah menjadi keriput tua, kelapangannya dalam harta bisa berubah menjadi miskin dan merana, pejabatnya bisa menjadi rakyat biasa, tawanya bisa berubah menjadi tangis, dan hidup di dunia secara umum adalah kelelahan demi kelelahan yang berakhir dengan kematian. Adapun hidup di Akhirat maka hanya ada dua pilihan. Pertama, Surga dengan segala kenikmatannya yang tak sedikit pun penduduknya merasakan lelah, duka atau tua. Kedua, Neraka dengan segala siksaannya yang tak tertahankan, yang tak sesaat pun memberikan nikmat kepada penghuninya.Buku ini berusaha mengingatkan kepada orang-orang yang mengikuti hawa nafsu, cenderung kepada dunia, lupa kepada Akhirat dan lalai menyambut kematian -yang pasti akan datang- dengan beragam kisah sakaratul maut yang menakjubkan (baca:husnul khatimah). Buku ini juga bisa menjadi pengingat untuk orang-orang shalih agar semakin mantap mempersiapkan diri menjemput kematian.Insya Allah, setelah membaca buku ini, anda akan memutuskan menjadi putra dan hamba Akhirat, bukan putra dan hamba dunia. Karena anda pasti memilih mati husnul khatimah. Semoga. |
||
| Rp 56.900 | ||
|
|
||