Tulis Komentar Anda tentang Produk ini. Komentar harus sesuai dengan Syarat dan Ketentuan
Pokok-pokok Akidah Salaf yang Di ikrarkan Imam al-Asy'ari | ||
Overview |
||
| ID Produk | 2237 | |
| Kategori | ||
| Berat per unit | 0.45 kg | |
| Harga | Rp 29.500 | |
Spesifikasi |
  | |
| Penulis | Dr. Muhammad Abdurrahman al-Khumais | |
| Volume | xxvi + 208 hal. (B) | |
Deskripsi |
||
|
Abu al-Hasan al-Asy'ari, sosok yang seringkali dinisbatkan sebagai pendiri aliran Asy'ariyah, pernah mengalami tiga fase dalam berakidah. Pertama, beliau menganut akidah Mu'tazilah selama kurang lebih empat puluh tahun karena banyak ter-pengaruh oleh bapak tirinya yang sekaligus gurunya, al-Jubba'i. Kedua, berakidah Kullabiyah, aliran yang diajarkan oleh Ibnu Kullab al-Bashri. Setelah mempelajari lebih mendalam dan men-dapatkan dalil yang lebih kuat, pada akhirnya beliau mantap kembali (ruju') kepada Manhaj Salaf. Akidah beliau ini tertuang secara detail dalam kitab al-Ibanah fi Ushul ad-Diyanah dan Maqalat al-Islamiyyin wa Ikhtilaf al-Mushallin. Sikap ruju' Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari ini menimbulkan asumsi salah dari kaum awam yang mengklaim bahwa sikap beliau ini karena takut ancaman Hanabilah. Pokok-pokok akidah as-Salafush Shalih yang diintisarikan dan kemudian disyarah DR. Muhammad bin Abdurrahman al-Khumais dari Maqalat al-Islamiyyin ini adalah pokok-pokok akidah yang mana banyak golongan tersesat di dalamnya. Tidak terkecu-ali mereka yang mengklaim sebagai pengikut Imam al-Asy’ari. Menurut Imam al-Asy’ari dan semua ulama salaf, Allah berse-mayam di atas Arsy. Tidak demikian bagi kelompok al-Asy’ariyah yang meyakini bahwa Allah ada di mana-mana. Perbedaan ini semakin kentara dalam hal takwil tentang Asma dan Sifat-sifat Allah. Buku ini diharapkan dapat mengungkap fakta akidah yang akhirnya dianut dan diajarkan oleh Abu al-Hasan al-Asy'ari, sehing-ga dapat membuka cakrawala hati pengikut-pengikutnya |
||
| Rp 29.500 | ||
|
|
||
mereka memalsukan kitab-kitab karya ulama' klasik
Dua contoh pemalsuan diatas tdk mengherankan krn memang salafi wahabi menganggap org yg melakukan ziarah kubur dan tawasul kafir.Pemalsuan ini tdk hanya pelanggaran akademis serius akn tetapi adlh bentuk ketidak-amanahan dlm menyampaikan ilmu agama.